Senin, 19/04/2010, 11:15:00
Lelang Proyek di RSU Kardinah Dijaga Aparat TNI
J-Y-Jayeng Riyanto & Yerry Novel

Sejumlah aparat berjaga di depan pintu masuk ruangan lelang di RSU Kardinah Kota Tegal. Sejumlah karangan menilai penjagaan tersebut sangat berlebihan. (FT: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Lelang proyek pembangunan gedung poliklinik dan sarana lain senilai Rp 6 miliar di RSU Kardinah, Kota Tegal, Jawa Tengah, dijaga ketat anggota TNI AL dan personil Koramil Tegal Timur serta sejumlah anggota Satpol PP, Senin 19 April 2010 pukul 10.00 WIB.

Menurut Kasi Penertiban Satpol PP Kota Tegal, Nanang Bedjo BA, penempatan sejumlah anggota Satpol PP dan aparat TNI dimaksudkan untuk pengamanan sebagai antisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan.

“Kami dan aparat TNI hanya melakukan pengamanan agar situasi lelang dengan agenda pembukaan dokumen penawaran dari para peserta berlangsung kondusif. Kami hanya berjaga-jaga di luar, tidak masuk ke dalam ruangan tempat para panitia dan peserta melaksanakan lelang,” ujat Nanang.

Sementara salah seorang rekanan asal Kota Tegal yang kebetulan turut serta dalam agenda pembukaan dokumen penawaran, mengaku gerah dengan adanya aparat TNI yang turut terlibat dalam proses lelang proyek tersebut. Dikatakan, keberadaan aparat TNI dengan pakaian dinasnya dengan dalih sebagai tim pengamanan di lokasi lelang proyek dinilainya terlalu berlebihan.

“Saya sendiri heran, berkali-kali RSU Kardinah selalu melibatkan aparat TNI dalam gelar lelang proyek. Semestinya, jika alasannya sebagai pengamanan, pihak panitia lelang cukup berkoordinasi dengan aparat Satpol PP. Kesannya seperti suasana genting saja,” tuturnya.

Hal senada disampaikan anggota Yayasan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (Yabpeknas) Jawa Tengah, Nurokhman. Menurutnya, lelang proyek dengan melibatkan TNI berseragam yang dalihnya untuk pengamanan dinilainya sangat mengada-ada.

“Yang jelas, aparat TNI maupun Satpol PP di lokasi lelang itu ternyata hanya berfungsi  menjadi  penjaga pintu masuk ruangan lelang. Sebab, kami dan sejumlah wartawan peliput tidak diperkenankan masuk ruangan guna meliput jalannya proses pembukaan dokumen penawaran,” jelas Nurokhman.

Ketua panitia lelang, Agus Jaya mengatakan bahwa direktur RSU Kardinah memang minta bantuan aparat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Saat lelang fisik gedung instalasi bedah sentral pada tahun 2007 ada kejadian rekanan menghalang-halangi rekanan lain ikut lelang," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses lelang yang diikuti 12 rekanan dalam dan luar kota masih berlangsung.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita