Jumat, 11/09/2015, 04:37:14
Persoalan RSUD Bumiayu Cepat Harus Diselesaikan
-Laporan Zaenal Muttaqin

Akomadhin Shofa, tokoh masyarakat dan pengurus Ponpes Al Hikmah 1, Benda (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Persoalan yang kini sedang membalut di RSUD Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendapat sorotan dari tokoh masyarakat dari Brebes bagian selatan, Akomadhien Shofa yang juga pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikmah 1 Benda, Kecamatan Sirampog.

"Munculnya persoalan dan sampai mencuat ke media sehingga banyak diketahui oleh public, menunjukkan ada sesuatu yang tidak sehat," ujarnya kepada PanturaNews.Com, Jumat 11 September 2015.

Menurutnya, apa pun persoalannya harus segera ada penanganan. Adanya salah satu dokter spesialis yang ingin mundur, sementara itu sangat dibutuhkan, menunjukkan adanya masalah atau bahkan kekisruhan.

"Sampai ada yang ingin mundur karena suasana kerja yang tidak nyaman, itu berarti ada yang tidak beres," kata Akomadhien.

Dikatakan adanya kekisruhan internal dan jika benar ada dokter spesialis yang mundur akan sangat berdampak pada pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Jika itu terus terjadi, tingkat kepercayaan masyarakat yang sebenarnya juga masih sangat rendah akan makin menurun.

"Umumnya masyarakat masih memilih RS swasta untuk berobat, itu berarti kepercayaan masyarakat rendah. Saya sendiri juga merasakan pernah mengantar anak berobat gigi, tapi dokternya sedang tidak ada, begitu juga pernah tidak ada obat," terang Akomadhien.

Dia menambahkan, dengan kondisi ituberarti sudah sangat mendesak adanya penanganan, baik oleh internal manajemen di RSUD sendiri maupun dari pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) maupun Bupati Brebes. Bisa jadi persoalan di RSUD Bumiayu juga bukan persoalan manajemen semata, maka perlu ada penanganan dan jika ada hal yang tidak beres juga harus segera diluruskan.

"Apa pun permasalahannya harus cepat diselesaikan, karena ini juga sudah menjadi rahasia umum, yang banyak diketahui oleh masyarakat," tandas Akomadhien.

Perlu diketahui, sebelumnya dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan yang bertugas di RSUD Bumiayu, dr Ahmad Ridlo SpOG berniat mengundurkan diri dari RSUD tersebut. Dokter spesialis yang bertugas di RSUD Bumiayu sejak Mei 2012 lalu ini, berniat mundur karena merasa tidak nyaman dengan suasana kerja di RSUD Bumiayu.

Alasan dirinya ingin mundur karena merasa kurang bermanfaat berada di RSUD Bumiayu, dan suasana kerja juga sangat tidak kondusif. Selain sebagai dokter spesialis, juga Ketua Komite Kesehatan RSUD Bumiayu, dirinya tidak dilibatkan dalam rapat-rapat dan kordinasi lainnya.

Sementara itu, Kepala RSUD Bumiayu, drg Rojikin SH ketika dikonfirmasi menyantakan, tidak keberatan jika dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan, dr Ahmad Ridlo SpOG mundur. Jika benar berniat mundur RSUD Bumiayu tetap aman sebagai Rumah Sakit Tipe D.

"Kalau ingin mundur silakan ajukan saja nanti saya akan bantu untuk memprosesnya," ujar drg Rojikin beberapa waktu lalu.

Kata dia, persyaratan Rumah Sakit Tipe D seperti RSUD Bumiayu minimal memiliki dua dokter spesialis dari empat spesialis, yakni spesialis bedah, spesialis kandungan, spesialis anak, dan spesialis penyakit dalam.

Menurut Rojikin, dr Ahmad Ridlo SpOG sudah lama menyampaikan ingin mundur, bahkan sejak awal bertugas di RSUD Bumiayu. Upaya untuk membujuknya agar tetap di RSUD Bumiayu juga sudah dilakukan.

Alasan ketidaknyamanan dalam bekerja di RSUD Bumiayu, dan tidak dilibatkan dalam rapat-rapat kordinasi atau usulannya sering tidak direspon juga tidak dapat dimengerti. RSUD Bumiayu milik pemerintah sehingga setiap pengajuan anggaran baik untuk obat dan lainnya harus diajukan ke Pemkab dan juga persetujuan dari DPRD, sehingga bukan berarti tidak ada respon tapi itu adalah mekanismenya.

"Bukan saya tidak merespon usulannya tapi ini RS pemerintah yang setiap anggaran harus diajukan dulu ke pemerintah dan juga DPRD," terang Rojikin.

Ditambahkan, saat ini RSUD Bumiayu tetap berjalan dan tidak ada masalah, kordinasi antar bagian juga bagus. Hanya komunikasi dengan dr Ahmad Ridlo SpOG yang kurang karena yang bersangkutan sering tidak hadir dalam kegiatan rapat.

Sementara itu pula, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Brebes, Emastoni Ezam mengatakan, Pemkab Brebes akan segera mengambil langkah terkait kisruh internal yang menimpa manajemen RSUD BUmiayu. Bahkan, Pemkab dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait kinerja di RSUD Bumiayu tersebut.

“Kami akan segera melakukan evaluasi menyangkut kinerja RSUD Bumiayu. Ini kami ambil menyusul adanya dokter spesialis yang akan mundur karena merasa kerjanya tidak nyaman. Kami akan pelajari dan cari kenapa ini sampai terjadi,” ujarnya.

Kata Emastoni, melalui evaluasi itu nantinya bisa diketahui penyebab masalah yang terjadi. Dari hasil itu bisa menjadi acuan dalam mengambil langkah untuk memecahkan persoalan yang terjadi tersebut.

“Yang jelas, kami akan evaluasi lebih dahulu,” tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita