Beberapa warga sedang memperhatikan puing-puing sisa-sisa kebakaran (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Sebuah rumah di Dukuh Krajan 1 RT 04 RW 01 Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ludes dilalap api, Kamis 10 September 2015 sekira pukul 10.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran rumah milik Saidah (49), seorang janda tersebut, tetapi kerugian material diperkirakan mencapai Rp 35 juta.
Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian menyebutkan, api diduga pertama kali muncul di kamar tengah dan menjalar ke atas serta ke ruangan lainnya. Dugaannya pula api bersumber dari korek api yang menyala dan membakar kasur di kamar tengah tersebut.
"Api pertama kali muncul dari kamar tengah dan menjalar ke atas serta ruangan lainnya," ujar Suradi Efendi (62) warga yang pertama kali melihat kebakaran tersebut.
Saat kejadian rumah yang dihuni oleh lima jiwa itu sedang kosong. Saidah, pemilik rumah tengah berdagang sayur keliling dan anak serta menantunya juga sedang tidak ada. "Rumah kosong, pemiliknya biasa setiap hari dagang sayur keliling," kata Suradi.
Saat kejadian warga setempat sempat panik, karena lokasi kejadian cukup padat dengan pemukiman penduduk dengan gang yang tidak lebar pula. Bahkan bangunan rumah-rumah penduduk saling berdempet, sehingga warga sangat kawatir kebakaran dapat merembet ke rumah lainnya.
Upaya pemadaman dilakukan oleh warga sekitar menggunakan peralatan seadanya untuk menyiramkan air yang diambil dari kran-kran yang ada di depan rumah-rumah warga pula. Mobil pemadam kebakaran juga datang membantu melakukan pemadaman setelah menerima laporan.
Sekitar 45 menit akhirnya api dapat dipadamkan, atau sekira pukul 11.15 WIB, dan tidak sampai merembet ke bangunan rumah lainnya. Meski begitu sebagian besar bagian atap rumah itu telah ludes terbakar dan barang-barang rumah tangga juga banyak yang tidak sempat diselamatkan.
Sekcam Bumiayu, Eko Purwanto SP MSi membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Menurutnya, bencana kebakaran yang menimpa rumah milik janda tersebut saat ini masih dalam penyelidikan petugas berwajib.
"Untuk penyebabnya masih dalam penyelidikan dari pihak berwajib," kata Eko yang juga ikut bersama petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman.
Dikatakan, agar peristwa serupa tidak terulang, warga lainnya diminta untuk selalu hati-hati. Hal-hal yang dapat menyebabkan bencana kebakaran harus dihindari, seprti menyalakan korek api sembarangan, meninggalkan kompor atau tungku dalam keadaan menyala, termasuk hati-hati dengan instalasi kabel listrik di dalam rumah.
"Penyebab kebakaran itu banyak maka harus hati-hati, apalagi saat ini musim kemarau," kata Eko.
Peristiwa kebakaran sebelumnya juga terjadi di Desa Kalinusu, tepatnya pada Selasa 08 Setember 2015 lalu sekira pukul 16.00 WIB. Kebakaran yang diduga akibat hubungan pendek listrik itu mengakibatkan kerugian hingga Rp 100 juta lebih.