Salah satu titik di Sungai Keruh yang mengalami pendangkalan (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Sungai Keruh yang berhulu di kaki Gunung Slamet ini, mengalami pendangkalan di beberapa titik. Pendangkalan sungai yang melintasi wilayah Kecamatan Sirampog dan Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dapat mengancam keselamatan lahan pertanian yang ada di samping sungai. Saat hujan besar air meluap ke samping sungai yang mengakibatkan lahan pertanian rusak.
Pantauan PanturaNews.Com, Kamis 30 Juli 2015 nampak sungai Keruh mengalami pendangkalan di sepanjang aliran di Desa Penggarutan hingga Jembatan Salibel Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu. Selain pendangkalan sungai juga makin melebar dan sebagian lahan pertanian rusak bahkan sebagian telah berubah menjadi sungai yang berbatu.
Jika kondisi tersebut dibiarkan dikawatirkan, kerusakan lahan pertanian akan meluas dan dapat mengakibatkan terjadinya banjir yang mengancam keselamatan pemukiman warga. Mangingat banyak pemukiman berada di dekat aliran sungai tersebut.
Kepala UPTD Pengairan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemali Hulu, Tasali membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, pendangkalan Sungai Keruh terjadi akibat hilangnya kedung-kedung sungai, sehingga material sungai dari bagian hulu langsung terbawa arus saat hujan besar.
"Material sungai dari bagian atas langsung terbawa arus dan terjadi pendangkalan di bagian bawah," katanya.
Dikatakan, untuk menanggulangi pendangkalan sungai Keruh pihaknya telah mengusulkan kepada Pemkab Brebes untuk dilakukan pembangunan Chekdam di beberapa titik. Chekdam berfungsi untuk mengendalikan arus sungai terutama saat hujan besar.
"Adanya Chekdam material sungai tidak akan langsung terbawa arus saat terjadi hujan besar," ujar Tasali.
Selain itu, perlu dilakukan reboisasi atau penghijaun di sekitar aliran Sungai Keruh. Mengingat beberapa kawasan hutan yang ada sekitar aliran sungai juga mengalami kerusakan.
"Reboisasi juga diperlukan untuk mengamankan hutan yang ada di dekat aliran sungai," tandas Tasali.