Ketua Yayasan Padepokan Ki Gede Sebayu, Masruri Mr menunjuk silsilah (kiri). Ki Bambang Purnama Mangun Adi Wijaya (kanan). (FT: Riyanto Jayeng)
PanturaNews (Tegal) - Silsilah keturunan pendiri Kota dan Kabupaten Tegal, Ki Gede Sebayu yang saat ini menjadi pedoman sejarah di kedua pemerintahan daerah itu, dinilai telah mengalami rekayasa oleh banyak pihak yang mengklaim sebagai keturunan sah dari sang Founding Father tlatah Tegal. Hal tersebut ditegaskan Ketua Yayasan Padepokan Ki Gede Sebayu, Masruri Mr yang merangkap sebagai Juru Kunci makam Ki Gede Sebayu di Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu 11 April 2010.
Menurut Masruri, berdasarkan wangsit yang diperolehnya dari hasil tirakat, silsilah dan keturunan asli dari Ki Gede Sebayu yang diperolehnya berbeda jauh dengan yang selama ini diklaim oleh para sejarawan, pemerintah dan pihak-pihak lainnya. Bahkan diungkapkan, dirinya merupakan keturunan sah dari Ki Gede Sebayu yang memiliki nama lain Ki Tirto Rambang Sumbang menduduki posisi urutan trah ke-15.
“Yang jelas, persepsi tentang Ki Gede Sebayu dan silsilah keturunannya versi Kabupaten dan Kota Tegal sangat berbeda dengan yang kami miliki. Persepsi tentang Ki Gede Sebayu diluar kami yang masih keturunan sah dinilai sudah mengalami banyak rekayasa. Untuk itu, saat ini kami berupaya semaksimal mungkin untuk meluruskan sejarah. Kami juga membuat denah silsilah keturunan yang kami pasang di kantor sekretariat pemakaman. Sebagai bukti pendukung, komplek pemakaman Ki Gede Sebayu berada di lahan milik eyang buyutnya yang bernama Ki Gede Wangsandria yang merupakan keturunan dekat Ki Gede Sebayu, ” kata Masruri.
Lebih jauh Masruri menjelaskan, upaya lain dalam meluruskan sejarah Ki Gede Sebayu, pihaknya membuat yayasan yang diberinama Padepokan Ki Gede Sebayu yang dibuat tahun 2009 beradasarkan SK Menteri Hukum dan HAM No AHU-2758-AH.01.04. Menrutnya, yayasan itulah yang berwenang melakukan pelacakan silsilah keturunan Ki Gede Sebayu dan perawatan serta pemeliharaan komplek pemakaman Ki Gede Sebayu.
“Kaitan hal tersebut, kami sudah pernah menyurati Pemkot dan Pemkab Tegal. Dalam surat itu kami jelaskan mengenai pengambil alihan kepengurusan komplek pemakaman Ki Gede Sebayu serta kami lampirkan daftar nama keturunan yang merupakan silsilah resmi dari trah Ki Gede Sebayu. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut maupun respon dari kedua pemerintah daerah itu,” jelasnya.
Masruri menambahkan, dirinya dan keluarga lain keturunan Ki Gede Sebayu yang hingga kini masih bermukim di wilayah Desa Danawarih tidak berharap terjadi konflik maupun polemic dengan pihak-pihak yang kontra terhadap penegasan silsilah Ki Gede Sebayu versi keluarganya. Namun demikian, dirinya berharap agar Pemkot dan Pemkab Tegal bersikap pro aktif untuk merespon kajian tersebut guna pelurusan sejarah tentang Ki Gede Sebayu yang sebenar-benarnya.
Secara terpisah, praktisi sejarah dari Desa Kalisoka, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Ki Bambang Purnama Mangun Adi Wijaya yang kesohor sebagai keturunan Pangeran Purboyo, saat dikonfirmasi mengatakan, kabar mengenai saling klaim sebagai keturunan sah Ki Gede Sebayu sudah sering didengarnya. Dirinya berpendapat, sah-sah saja apabila banyak pihak yang melakukan klaim seperti itu.
“Sah-sah saja jika ada orang yang mengaku menjadi keturunan sah dari KI Gede Sebayu. Ya silakan saja si juru kunci makam mengatakan hal itu, itu kan hak dia. Tapi yang jelas, untuk melakukan upaya pelurusan sejarah tidak bisa dilakukan secara sendiri. Klaim silsilah keturunan Ki Gede Sebayu versi Masruri yang dimaknai sebagai upaya pelurusan sejarah seharusnya dikoordinasikan dalam satu pembahasan bersama pihak terkait yang selama ini juga mengaku sebagai keturunan yang sah. Harus dikonfrontir dong, tidak bisa dia mengklaim secara pribadi,” paparnya.
Dijelaskan, dirinya yang merupakan keturunan dari Pangeran Purbaya yang menikah dengan anak pertama Ki gede Sebayu, Nyi Subalaksana, tidak pernah berpromosi atau mengklaim sebagai keturunan yang sah. Sebab menurutnya, biarlah hal tersebut menjadi wacana cerdas bagi publik yang akan menilainya. “Biasanya, kalau sudah semangat mengungkapkan klaim sebagai keturunan, ujung-ujungnya hanya soal uang,” tandasnya.