Anggota DPRD Jawa Tengah, Rusman
PanturaNews (Brebes) - Ada kekhawatiran sekolah Madrasah akan gulung tikar, jika penerapan sekolah lima hari diterapkan sampai ke tingkat Sekolah Dasar (SD). Hal itu disampaikan oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Rusman, saat melakukan reses di Kecamatan Bumiayu, Rabu 29 Juli 2015 yang digelar di Pendopo II Bumiayu.
"Ada kekawatiran jika Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah tentang penerapan lima hari sekolah diterapkan sampai ke tingkat bawah atau SD dan SMP," ujarnya.
Menurutnya, kekhawatiran muncul jika nantinya sekolah hanya lima hari dalam satu minggu sampai ke tingkat SD dan waktu sekolah sampai sore, berarti tidak ada kesempatan lagi untuk belajar di Madrasah. Selama ini Madrasah menjadi tempat untuk pendidikan agama dan pembentukan karakter anak.
"Sehingga cukup beralasan jika ada kekhawatiran nanti Madrasah yang biasanya waktu belajarnya pada sore hari, tidak ada muridnya lagi," kata Rusman politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Dikatakan, surat edaran tersebut saat ini hanya diperuntukkan bagi SMA dan SMK, tujuannya di antaranya agar anak-anak dapat lebih lama kumpul bersama dengan orang tuanya di rumah. Beberapa daerah kabupaten telah mulai menerapkan lima sekolah tersebut dan baru dimulai sehingga belum dapat dievaluasi.
"Tentang bagaimana dampaknya, belum dapat dilihat karena baru dimulai dan kita akan memantau dan melakukan evaluasi nantinya," tutur Rusman yang duduk di Komisi E yang membidangi Kesra ini.
Kegiatan Reses dihadiri oleh para warga dari Kecamatan Bumiayu dan sekitarnya. Ikut mendampingi Rusman, anggoata DPRD Brebes, Sururul Fuad Lc.