Senin, 09/03/2015, 06:55:04
Indra Bantah Konfercab PDIP Tabrak Aturan
-Laporan Takwo Heriyanto

H. Indra Kususma S. Sos

PanturaNews (Brebes) - Menyikapi tudingan dari sejumlah kader PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang mentasnamakan Gerakan Kader Tolak Indra Kusuma (Gertak) Brebes, Ketua terpilih DPC PDIP Kabupaten Brebes, H. Indra Kususma S. Sos langsung meresponnya.

Menurut Indra, proses konfercab tersebut sudah sesuai dengan mekanisme SK 066 dan SK 067. Dimasa penjaringan terdapat 17 bakal calon yang disaring melalui fit and proper tes dari DPP hingga kemudian menjadi tiga nama yang direkomendasi DPP.

"Masalah nama itu sudah menjadi kewenangan DPP, dari tiga nama itu juga sudah menempuh musyawarah mufakat, hasil 2 suara memilih Indra datu satu menolak saya. Kemudian karena tidak mufakat diserahkan ke PAC, nah dari 17 PAC yang hadir, hanya Tanjung dan Jatibarang yang menolak saya sehingga diputuskan oleh pimpinan rapat. Kapasitas kami sebagai peserta, semua berjalan sesuai mekanisme dan kewenangan ada di DPP," ujar Indra, Senin 9 Maret 2015.

Terkait dengan sejumlah kerabat/keluarga yang masuk dalam struktural pengurus DPC, Indra menyatakan tidak melihat faktor keluarga atau tidak, melainkan dari segi pengabdian dan loyalitas kepada partai.

“Jadi, tudingan semacam itu tidak benar kalau saya bertindak sebagai Ketua DPC mementingkan keluarga dalam mengurus parpol. Kalau saya mengutamakan kepentingan pribadi, jelas istri saya sebelumnya dicalonkan menjadi bupati atau wakil bupati. Demikian pula dengan anak saya, tentunya akan dicalonkan menjadi anggota DPRD Brebes atau provinsi,” katanya.

Dikatakan, dimasukkannya nama mereka di tubuh pengurus partai yang dipimpinnya tidak semata-mata dirinya menjabat sebagai ketua. Ketiganya masuk melalui mekanisme dan proses yang sudah diatur dalam AD/ART PDI-P.

“Istri dan anak saya sudah lama menjadi kader PDI-P Kabupaten Brebes. Sementara keponakan saya saat ini menjadi anggota DPRD Kabupaten Brebes dari PDI-P. Mereka jelas sudah memiliki kemampuan organisasi untuk membesarkan partai. Jadi, tenaga mereka sangat dibutuhkan unruk membesarkan partai. Jadi, tidak semata-mata mereka keluarga terus begitu saja masuk menjadi pengurus,” ucapnya.

Dia menambahkan, pihaknya mengurus PDI-P Kabupaten Brebes bukanlah waktu yang singkat. Namun, proses panjang telah dilaluinya hingga dirinya diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai ketua. Baginya, memimpin organisasi sebesar PDI-P tidaklah mudah. Butuh perjuangan dan kerja keras dalam rangka membesarkan partai.

“Kalau mencari kekayaan atau jabatan di partai bukan tujuan, tapi tanggung jawab bagaimana partai ini bisa besar. Kalau mau jadi orang kaya atau mau jadi pemimpin, partai jangan dijadikan alat. Tapi, membesarkan partai itu butuh kemauan, kerja keras dan tanggung jawab. Tanggung jawab yang sekarang saya emban bagaimana PDI-P tetap besar di Kabupaten Brebes khususnya,” pungkasnya.

Kedepan pihaknya mengaku akan menjaga keharmonisan dan soliditas partai untuk menyongsong berbagai hajat politik dan demokrasi demi kebesaran partainya. "Kami akan konsolidasi dan menjaga keharmonisan siapa saja, agar mampu meraih suara. Kalau soal Pilkada, Pileg dan Pilpres itu nanti ada mekanismenya sendiri. Yang jelas siapa yang loyal dan tidak akan kelihatan," tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita