Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Sejumlah kader partai berlambang kepala banteng di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai gaduh dan berontak. Hal itu menyusul ditetapkannya H. Indra Kusuma S.Sos sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Brebes masa jabatan 2015-2020 oleh DPP PDIP, pada Konfercab di Sekretariat DPD PDI Perjuangan, Panti Marhaen Kota Semarang, kemarin.
Sejumlah kader PDI P Brebes yang mengatasnamakan Gerakan Kader Tolak Indra Kusuma (Gertak) menuding, proses terpilihnya Indra Kusuma, yang juga mantan Bupati Brebes sebagai Ketua DPC ini sudah disetting yang tidak menghiraukan aturan partai yang ada.
"Kami menolak Indra Kusuma sebagai ketua DPC karena dari awal prosesnya sudah menabrak aturan partai, semua yang tidak pro Indra dibabat habis tanpa ampun," ujar Koordinator Gertak, Darto, Senin, 9 Maret 2015.
Menurutnya, sejak dari pertama proses penjaringan di bawah sudah ada skenario secara sistematis dengan menyingkirkan pengurus PAC yang berseberangan. "Sejak dari pertama proses penjaringan itu di bawah sudah ada skenario secara sistematis dengan menyingkirkan pengurus PAC yang berseberangan," terangnya.
Sama halnya yang disampaikan, Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Tanjung, Darnen. Dia mengatakan, proses Konfercab sebetulnya masih deadlock karena tidak sesuai aturan. Karena itu, dia menilai proses penjaringan dari awal sudah bertentangan dengan aturan partai baik tatib Konfercab ataupun SK 06/067 yang terkesan sudah dikondisikan. Aspirasi dari sejumlah PAC, klain Darnen, yakni PAC Tanjung, Losari, Banjarharjo, Bulakamba dan Jatibarang yang menolak untuk dilanjutkan tidak dihiraukan.
"Dalam konfercab itu, ada pihak yang bukan utusan PAC tapi masuk di dalam ruangan konfercab seenaknya saja, jadi seperti rapat pemegang saham saja. Sudah tatib tidak dibacakan, rapat komisi dan rapat pleno juga tidak dilakukan tapi maraton. Seharusnya ketika tidak ada kesepakatan diantara mereka yang mendapat rekomendasi, diserahkan ke peserta. Tidak divoting tapi musyawarah mufakat," jelasnya.
Lebih jauh pihaknya mengatakan, dilihat dari komposisi struktural pengurus DPC PDIP terkesan seperti partai keluarga, dimana masih ada kerabat Indra yang masuk dalam jabatan strategis. Dari data dimiliki, selain istri Indra, Maryatun yang menjabat sebagai bendahara, Paramita (anak Indra-red) sebagai salah satu wakil ketua dan Rizki Ubaidilah (keponakan) sebagai wakil sekretaris.