Selasa, 10/02/2015, 07:52:29
Siswi SMA Negeri 1 Tanjung Meninggal Saat Ikuti PKS
-Laporan Takwo Heriyanto

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - SMA Negeri 1 Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendadak berduka. Pasalnya, salah satu siswinya, Nur'aninda (17) yang duduk di Kelas XI 9 IPS, tiba-tiba meninggal dunia secara mendadak saat mengikuti kegiatan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) di sekolahnya, Selasa 10 Pebruari 2015 pukul 16.30 WIB.

Teman-teman korban yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya itu, tidak percaya atas meninggalnya korban yang tiba-tiba datang begitu saja. Tangisan histerispun mewarnai kejadian yang menimpa korban. Bukan hanya teman-teman korban satu sekolah, namun keluarga korban juga mendadak sok begitu mendengar Nur'aninda sudah tidak bernyawa.

Informasi yang berhasil dihimpun PanturaNews.Com menyebutkan, sebelum meninggal dunia, Nur'aninda dengan semangat memberikan pelatihan kegiatan PKS kepada siswa-siswi di halaman sekolahnya. Bahkan, dengan suara lantang dia memberikan aba-aba siap grak.

Bukan itu saja, Nur'aninda juga sempat senyum dan tertawa dihadapan sesama teman sekelasnya maupun berbeda kelas juga adik-adik kelasnya. Tapi, tiba-tiba teman-teman sekolah korban panik. Karena, setelah itu korban langsung jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri.

"Begitu korban jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri, saya dan teman-teman lainnya langsung memberikan pertolongan kepada korban dengan mengambil tandu untuk dibawa ke ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS)," ujar salah satu teman korban yang enggan disebutkan namanya.

Dikatakannya, saat dibawa ke ruang UKS, korban asal Desa Losari, Jawa Barat ini tidak juga sadarkan diri, yang akhirnya dibawa ke Puskesmas Tanjung yang kebetulan lokasinya cukup dekat dari sekolah untuk mendapatkan perawatan. "Tapi korban nyawanya tidak tertolong lagi," terangnya.

Menurutnya, pihak Puskesmas Tanjung belum memberikan kesimpulan jawaban apa yang menyebabkan korban meninggal secara mendadak itu.

"Tapi, tubuh korban kelihatan membiru dan mulut mengeluarkan busa. Saya menduga korban meninggal dunia secara mendadak ini akibat keracunan makanan bakso. Karena sebelum meninggal korban sempat makan bakso. Tapi, keracunan bakso atau bukan saya tidak tahu pasti, karena dari pihak Puskesmas sendiri tidak memberitahukan," tuturnya.

Salah satu pihak kelurga korban, Endi Rohendi, yang sudah diberitahu mengenai korban meninggal secara mendadak, langsung datang ke Puskesmas Tanjung. Dia mengaku sok mendengar kabar salah satu keluarganya meninggal saat kegiatan PKS di sekolahnya.

"Saya tidak terima atas kejadian yang menimpa salah satu keluarga saya ini (korban) yang meninggal secara mendadak. Pihak sekolah harus bertanggung jawab atas meninggalnya korban," ungkapnya dengan nada terbata-bata sambil mengeluarkan air mata.

Oleh pihak keluarga korban, akhirnya korban langsung dibawa ke Puskesmas/rumah sakit di wilayah Jawa Barat, untuk dilakukan visum lebih lanjut guna mengetahui penyebab kematian korban. Sementara, hingga berita ini diturunkan Kepala Sekolah SMA Nageri 1 Tanjung Drs. Eko Priyono belum bisa dikonfirmasi.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita