Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Brebes, Jawa Tengah, Zaenudin AK mengakui banyaknya keluhan terhadap kelangkaan pupuk urea mulai bermunculan di masyarakat petani. Atas kondisi itu, pihaknya akan segera melakukan pengawasan secara ketat, dan melakukan pemantauan di lapangan terhadap pola pendistribusian pupuk bersubsidi tersebut.
"Stok sebenarnya ada, tetapi kenapa masih muncul keluhan kelangkaan. Apakah kelangkaan itu karena permintaan yang tinggi dari petani saat musim tanam, atau karena pendistribusiannya yang salah," ujar Zaenudin, Rabu 4 Pebruari 2015.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya akan memanggil seluruh distributor pupuk yang ada di wilayah kerjanya Kamis besok. Disamping itu, pihaknya juga akan turun ke lapangan untuk mengecek sejauh mana kelangkaan pupuk itu terjadi dan apa penyebabnya.
"Ya, Kamis besok kami akan memanggil seluruh distributor pupuk yang ada di Brebes. Disamping itu, kami juga akan turun ke lapangan untuk mengecek sejauh mana kelangkaan itu terjadi dan apa penyebabnya," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, sebagian besar petani di wilayah Kabupaten Brebes, mengeluh. Pasalnya, saat musim tanam kali ini sudah sepekan sulit mendapatkan pupuk bersubsidi, khususnya jenis urea dan KCL.
Udin (42), petani Desa Rancawuluh, Kcematan Bulakamba, mengatakan sudah hampir seminggu kesulitan mendapatkan pupuk jenis KCL. Di toko pertanian di wilayahnya bahkan kehabisan. Pihaknya sempat mencari hingga wilayah lain juga tidak ada.
"Kalau kondisi ini dibiarkan terus, bisa-bisa kami tidak dapat bercocok tanam di musim kali ini. Kami sangat berharap masalah pupuk ini segera ditangani serius oleh pemerintah," ujar dia.
Petani lainnya, Khumaedi (35) mengatakan, meski mencari hingga ke luar wilayah kecamatan, tetapi pupuk bersubsidi itu masih belum didapatkannya. Padahal, pada musim tanam padi kali ini dirinya membutuhkan cukup banyak pupuk urea karena areal tanaman padinya luas.
"Kalau saya lihat di lapangan, stok pupuk sebenarnya ada. Tapi, sulit dicarinya. Selain itu membelinya juga dibatasi. Saya sendiri tidak tahu kenapa seperti ini," terangnya.