Selasa, 30/03/2010, 18:34:00
TPI Temukan Bocoran Jawaban UN di Tiga Sekolah
TK-Takwo Heriyanto

Koordinator TPI Kabupaten Brebes, Ir.H. Iskandar SH MM didampingi sekretarisnya menjelaskan tentang bocoran jawaban UN yang ditemukan di tiga sekolah. (FT: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Tim Pemantau Independen (TPI) Ujian Nasional (UN) Kabupaten Brebes, menemukan tiga sekolah memberikan bocoran jawaban kepada siswanya. Tiga sekolah tersebut diantaranya SMP Negeri 3 Brebes, SMP Negeri 1 Paguyangan dan SMP Bustanul Ulum NU Bumiayu.

Menurut Koordinator TPI Kabupaten Brebes, Ir H Iskandar SH MM kepada sejumlah wartawan, Selasa 30 Maret 2010 mengakui menemukan bocoran jawaban yang dimiliki siswa di tiga sekolah tersebut.

"Di SMP Negeri 3 Brebes, anggota kami menemukan bocoran jawaban berupa lintingan kertas yang dipegang oleh salah satu siswa sebelum pelaksanaan UN. Di SMP Negeri 1 Paguyangan, anggota kami menemukan bocoran jawaban berupa 2 lintingan kertas dari siswa. Dan di SMP Bustanul Ulum NU Bumiayu, ditemukan lagi satu lintingan kertas jawaban UN dan bocoran jawaban pada HP milik enam siswa," katanya.

Ditambahkan, dari bocoran jawaban di tiga sekolah tersebut terdapat 50 jawaban yang sudah disebar kepada siswa. Namun ada juga yanga hanya 30 jawaban yang tersebar ke siswa. Pihaknya sangat menyayangkan kepada oknum yang telah memberikan bocoran jawaban saat UN berlangsung.

"Kami dari TPI belum bisa memastikan apakah bocoran jawaban yang dipegang siswa itu dari oknum guru yang membidangi mata pelajaran atau bukan. Tapi yang jelas, kami akan koordinasi dengan masing-masing sekolah. Untuk sementara bocoran jawaban berupa lintingan kertas dari siswa, kami sita untuk barang bukti" tandasnya.

Menyikapi hal tersebut, Ketua II Panitia UN Kabupaten Brebes, Drs Slamet Sunarto ketika dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan adanya dugaan bocoran jawaban. Dan pihaknya selalu koordinasi dengan TPI setiap saat. Bahkan, dirinya bersama Wakil Bupati langsung mendatangi salah satu sekolah yang disebutkan. Namun TPI tidak melaporkan apapun hingga komunikasi terakhir dengan TPI pukul 10.12 WIB, UN berjalan lancar dan tidak ada temuan apa-apa.

Ketika disinggung tentang sanksi, Slamet mengatakan akan memeriksa dan menyelidiki dulu temuan tersebut. "Yang jelas itu di bawah tanggungjawab masing-masing satuan pendidikan, karena semua sekolah sudah melakukan MoU untuk UN 2010, jujur dan bersih. Jika nanti terbukti, maka sanksinya sesuai dengan SOP (standar operational procedure) yang sudah ditentukan," papar Slamet.

 


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita