Jumat, 16/01/2015, 12:08:43
Hari Dharma Samudera, Korp Marinir Lahir di Tegal
JOHA-Laporan Johari

Upacara peringatan Hari Dharma Samudera di Monumen Yos Sudarso Tegal (Foto: Johari)

PantraNews (Tegal) - Setiap tanggal 15 Januari, TNI AL memperingati Hari Dharma Samudera. Di Kota Tegal, peringatan Hari Dharma Samudera dipusatkan di Monumen Yos Sudarso, Jalan Pemuda atau tepanya di depan Gedung DPRD Kota Tegal, dengan menggelar upacara.

Upacara melibatkan Kodim 0712, Brigif-4 Dewa Ratna, Polres Tegal Kota, Sat Radar, Satpol PP dan Pramuka. Selaku Inspektur upacara Komandan Pangakalan TNI AL (Danlanal) Tegal, Letkol Laut (P) Isswarto, dihadiri Wakil Walikota Tega,l HM Nursoleh dan Muspida.

Letkol Laut (P) Isswarto mengungkapkan, pada tanggal 15 Januari 1962, tiga buah kapal cepat torpedo yakni KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang dan KRI Harimau sedang melakukan patroli rutin di laut Aru. Tiba-tiba dikepung oleh dua pesawat tempur jenis Neptune dan Ferly milik Belanda. Selanjutnya, dua pesawat tempur itu memborbadir ketiga KRI tersebut dari udara. KRI Macan Kumbang dan KRI Harimau berhasil meloloskan diri, namun KRI Macan Tutul dibawah komando Komodor Yos Sudarso melakuan perlawanan. Karena, persenjataan yang tidak seimbang, KRI Macan Tutul tenggelam. Komodor Yos Sudarso berikut 25 awak kapal termasuk Kapten Memet dan Kapten Wiratno gugur.

“Kejadian itu terjadi di Laut Aru, pada tanggal 15 Januari 1962, untuk itu setiap tanggal 15 Januari seluruh prajurit TNI AL memperingat sebagai Hari Dharma Samudera,” ungkap Letkol Laut (P) Isswarto.

Ditambahkan, Kota Tegal punya sejarah sendiri dengan angkatan laut (AL), karena Korp Marinir lahir di Kota Tegal. Bahkan AL pernah punya armada besar dan markas besar di Kota Tegal. Untuk mengenang itu, maka dibangunlah Monumen Yos Sudarso. “Kami tahu bahwa Kota Tegal punya sejarah dengan angkatan laut, dan merupakan cikal bakal berdirinya Korps Marinir,” imbuhnya.

Namun seiring perkembangan jaman, Pangkalan TNI AL tidak boleh di tengah kota, untuk itu dipindahkan ke Surabaya, Jakarta, Sorong dan Makasar. “AL pernah punya markas yang cukup besar di Kota Tegal, untuk itu Kota Tegal layak diberinama Kota Bahari,” ujarnya.

Isswarto mengharapkan, banyak warga Kota Tegal yang mau menjadi TNI AL, karena cikal bakal Korp Marinir adalah Kota Tegal. “Kemarin ada sekitar 450 warga Kota Tegal dan sekitarnya yang mendaftar menjadi TNI AL, kini masih dalam proses, mudah-mudahan banyak yang lolos,” pungkasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita