Senin, 29/03/2010, 17:31:00
Habib Lutfi Batal Hadir di Istighosah UPS Tegal
JOH-Johari

KH Saleh Basalamah memberikan tausiah di Istighosah UPS Tegal. (FT: Johari)

PanturaNews (Tegal) – Habib Lutfi bin Yahya dari Pekalongan gagal hadir untuk mengisi tausiah istighosah yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, di halaman kampus Jalan Halmahera, Senin 29 Maret 2010. Tausiah digantikan KH Saleh Basalamah, dari Jatibarang, Kabupaten Brebes.

Pembina UKMI UPS Tegal, M Khamim SH MH mengatakan istighosah digelar untuk memperingati ulang tahun (Dies Natalis) UPS Tegal ke-30 dan Lustrum 6. Istighosah tersebut baru yang pertama digelar oleh UPS Tegal sejak berdiri. “Insya Alloh istighosah akan dilakukan secara rutin setiap tahun,” kata Khamim.

Rektor UPS Tegal, Prof Dr H Tri Jaka Kartana MSI mengatakan UPS dengan usianya yang ke-30, ibarat manusia sedang mencari jati diri yang lebih baik. UPS yang merupakan institusi pendidikan tinggi dan institusi ilmiah, diharapan melahirkan generasi atau calon negerawan yang sholeh dan agamais. “Pemimpin yang intelektual dan yang bermoral,” ujar rektor.

Ditambahkan, dalam era globalisasi, dimana HAM dan lingkungan hidup menjadi topic utama yang gencar dibicarakan, maka alumni UPS harus mempu berinteraksi dengan sesama manusia dan alam. “Namun tidak boleh lepas dari tuntunan Alquran dan hadist,” pesannya.

KH Saleh Basalamah, dalam tausiahnya mengtakan 94 persen penduduk terjangkit depresi atau penyakit rohaniah. Dan obat yang paling mujarab untuk mengobatai depresi adalah mendekatkan diri dengan Alloh SWT. Diceritakan, belakangan ini banyak siswa sekolah yang kesurupan massal, itu semua disebabkan karena depresi. Dan orang yang depresi sangat mudah kemasukan setan, sehingga terjadilah kesurupan. “Yang namanya kesurupan itu pastinya kemasukan setan, penyebabnya karena si manusia jauh dengan Alloh dan tidak selalu menyebut asma Alloh,” tegas Saleh Basalamah.

Ditambahkan, saat setan berdoa kepada Alloh, diantara doanya minta dipanjangkan umurnya sampai dengan kiamat. Padahal jenis kelamin setan ada laki dan perempuan, bahkan mereka pun beranak pinak. Sehingga jumlah manusia dengan setan tentunya lebih banyak setan. “Setan sendiri sekarang sedang ada masalah, karena jumlahnya makin banyak, sedangkan alamnya tetap, sehingga diantara setan rebutan dan sikut-sikutan berlomba mengganggu manusia, tinggal manusianya beriman atau tidak,” ujar Saleh Basalamah.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita