Wakil Walikota Tegal, H. Habib Ali Zaenal Abidin sidak SMP yang kebanjiran. (FT: Riyanto Jayeng)
PanturaNews (Tegal) - Dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) tetap melaksanakan agenda Ujian Nasional (UN) meskipun sejumlah ruang dan halaman sekolah itu tergenang air. Hal itu diketahui saat Wakil Walikota Tegal, H. Habib Ali Zaenal Abidin, SE bersama Dinas Pendidikan, Departemen Agama menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke SMP 5 dan SMP 6, Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin 29 Maret 2010.
“Kami salut dengan semangat guru dan siswa yang meskipun dalam kondisi tergenang air masih tetap antusias menggelar ujian. Semoga untuk sekolah yang lain dapat mengambil hikmahnya, bahwa hal sekecil apapun tidak perlu menjadi kendala bagi kelangsungan belajar mengajar,” kata Habib Ali.
Menurut Habib, tujuan dilakukannya sidak itu sendiri merupakan kegiatan untuk memastikan pelaksanaan UN SMP di Kota Tegal. Selanjutnya Habib mengatakan, semua siswa diminta serius dalam menyelesaiakan soal-soal UN agar dapat meraih yang terbaik.
“Pemkot menargetkan setidaknya tingkat kelulusan SMP di Kota Tegal bisa menduduki peringkat 5 besar seJawa Tengah. Sebab tahun kemarin hanya mampu menduduki peringkat 7 besar dan tahun sebelumnya masuk ke peringkat 19 besar,” jelasnya.
Menurut keterangan salah seorang guru di SMP 5, agar UN dapat berlangsung nyaman, maka sebelum ujian berlangsung, semua warga sekolahan diminta untuk menguras genangan air yang berada di dalam ruang kelas. “mereka bergotong royong menguras genangan air di dalam ruang kelas,” ujarnya.
Sementara, saat rombongan sidak sampai di MTs Negeri, diberitahukan oleh Drs. H Tobari, M.Ag selaku kepala Mts Negeri, ada satu siswanya yang sedang sakit namun tetap bersemangat ingin mengkuti UN. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, siswa tersebut mengikuti UN di ruang Bimbingan Konseling (BK).
“Kami sduah memintanya untuk mengikuti ujian saat ada ujian susulan nanti, namun dia tetap semangat ingin mengikuti ujian pada hari pertama. Terpaksa kami persilakan dia untuk mengikuti ujian di ruangan BK,” katanya.
Tobari mengungkapkan, tahun lalu MTs Negeri Kota Tegal menghasilakn kelulusan hingga 100 persen. Untuk tahun ini dirinya berharap tetap mencetak lulusan berprestasi dengan tingkat kelulusan 100 persen.