Mayat Junaedi yang tenggelam di Sungai Waluh sedang dievakuasi. (FT: Ruslan W)
PanturaNews (Pemalang) – Warga Desa Kabunan RT 03/08, Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Selasa 23 Maret 2010, sekitar pukul 07.00 WIB, dikejutkan dengan sesosok mayat anak laki-laki terapung di Kali Waluh. Mayat anak laki-laki malang tersebut diperkirakan berusia 8-9 tahun dan saat ditemukan kondisi tubuhnya belum kaku. Oleh Kades Kabunan, Warono penemuan mayat itu langsung dilaporkan ke Polsek Taman. Tidak lama kemudian Kapolsek Taman AKP Utomo datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Informasi yang dihimpun di lokasi, mayat anak malang tersebut bernama Junaedi (9) anak seorang buruh tenun bernama Tanuri yang tinggal di Desa Pedurungan Kecamatan Taman, atau sekitar 1 km arah hulu sungai Waluh. Kebenaran identitas mayat itu diakui Timyati (40) salah seorang tetangga dan Edi (29) yang merupakan paman korban.
“Ya ini mayatnya Junaedi anaknya Tanuri tetangga saya,” tutur Timyati di lokasi.
Hal itu dibenarkan pula oleh Edi, bahwa mayat anak laki-laki itu adalah anak Tanuri. Setiap hari bocah tuna wicara (bisu) itu sering meninggalkan rumah tanpa pamit kepada orang tuanya. Junaedi yang tidak bersekolah itu sejak kemarin pagi, Senin 22 Maret 2010 pagi. “Ternyata dia tenggelam di kali,” kata Edi.
Setelah teridentifikasi dan mendapat penanganan tim medis, mayat Junaedi dibawa petugas ke rumah orang tuanya untuk dimakamkan.
Mendengar informasi penemuan mayat itu, Sekdes Pedurungan, Hendi Tarmudi (49) langsung menuju lokasi. Menurutnya, Junaedi adalah anak Tanuri yang menderita bisu dan sulit diajak komunikasi meski dengan orang tuanya sekalipun. Sebagai perangkat desa, dia sering mengingatkan kepada Tanuri, agar tidak membiarkan anaknya pergi jauh dari rumah. “Saya sering mengingatkan, tapi bagaimana lagi Tanuri sendiri kerja buruh tenun yang jarang di rumah, lagipula anaknya tidak hanya satu,” jelas Hendi.
Dokter Hadi Sucipto yang datang ke lokasi bersama petugas kepolisian menjelaskan bahwa Junaedi meninggal karena tenggelam. Ketua RT 03 lingkungan RW 08 Kabunan, Susmoyo (52) mengatakan, ditemukannya mayat Junaedi setidaknya menjadi pertimbangan warga agar berhati-hati jika berada di sungai.