Jumat, 24/10/2014, 02:05:16
Nasib Penganten Baru, Malam Pertama Dalam Bui
JOHA-Laporan Johari

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Nasib apes menimpa Awal Fitiro (22) waga Jalan Abdul Ghoni Gang Tulip RT 5 RW 01 Pesurungan Kidul, Tegal Barat, yang tengah melangsungkan pesta pernikahan di rumahnya dengan hiburan musik orgen tunggal.

Malam pertama yang telah ditunggu sekian lama pupus, akibat penganten pria terlibat perkelahian dengan tamu tak diundang. Tepaksa ia harus menikmati malam pertama bersama kawan-kawannya di ruang tahanan Mapolsek Tegal Barat.

Menurut pengakuannya, kejadian naas itu terjadi pada Selasa 21 Oktober 2014 malam, saat menggelar pesta perkawinan di halaman rumahnya. Pesta perkawinannya dimeriahkan hiburan musik organ tunggal dengan penyanyi lokal. Di tengah acara muncul beberapa pemuda yang diduga dalam kondisi mabuk dan membuat keonaran.

Melihat acara mulai tidak kondusif, teman pengantin pria bernama Joko mendatangi salah satu pemuda mabuk bernama Moh Nitis Mito (34) warga Pesurungan Lor, Kec. Margadana, untuk tidak membuat onar. Namun teguran itu, dianggapnya menantang sehingga keribuatan tak dapat dihindari. Melihat susana sudah kacau, Trio yang sedang duduk di pelaminan turun, untuk turut menjotos Moh Nitis Mito.

''Semula salah satu pemuda mabuk itu ditegur oleh teman saya yang bernama Joko, Namun dia malah menantang, akhirnya dijotos oleh Joko, melihat situasi sudah kacau, saya turun untuk membantu Joko dan ikut memukul pemuda tersebut. Karena selain mereka tamu tak diundang juga membuat ulah, sehingga tamu yang lain pada takut, ini acara pesta saya, jadi saya berhak mengusirnya ,'' terang Awal Fitiro.

Akibat perbuatannya, terpaksa Trio tidak bisa menikmati malam pertama dengan istri tercintanya. Karena harus masuk tahanan Mapolsek Tegal Barat, dengan tuduhan pengeroyokan sebagaimana diatur dalam pasal 170 KHUP.

Kapolsek Tegal Barat Kompol Siti Murbani SH membenarkan telah mengamankan dua orang pelaku tindak penganiyaan, salah satu diantaranya yakni pengantin baru. ''Saat ada kejadian keributan, terpaksa hiburan musik organ tunggal kami hentikan,'' tegasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita