Bupati Brebes saat meninjau ruang kelas SD Negeri 1 Sigentong yang kondisinya rusak (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Ratusan ruang kelas Sekolah Dasar saat ini kondisinya memperihatinkan. Ada puluhan yang kondisnya rusak berat, sehingga tidak layak untuk kegiatan mengajar dan belajar, bahkan sangat membahayakan keselamatan.
Terkait dengan kelurakan itu, Bupati Brebes, Jawa Tegah (Jateng), Hj. Idza Priyanti SE melaunching terhadap sekolah penerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK), yakni di SD Negeri 1 Sigentong, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Rabu 22 Oktober 2014.
Launching ditandai dengan pengambilan genting bangunan ruang kelas yang akan diperbaiki dan pembongkaran tembok bangunan oleh Bupati Brebes. Dalam kegiatan itu, Bupati juga menyempatkan diri meninjau lokasi ruang kelas yang akan diperbaiki tersebut. Selain dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Brebes, Tahroni, acara juga dihadiri sejumlah pejabat Muspida Pemkab Brebes.
Bupati Brebes mengatakan, pelaksanaan rehab ruang kelas itu merupakan bagian dari komitmen Pemkab dalam meningkatan mutu pendidikan di Brebes. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasid dengan Dinas Pendidikan dan instansi terkait untuk melakukan inventarisasi jumlah sekolah yang surak. Sehingga, kedepan mempunyai data yang akurat.
"Ini penting untuk mengetahui mana saja sekolah yang kondisinya rusak dan mengantisipasi munculnya penerima banguan secara terus menerus," ucapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Brebes, Tahroni menjelaskan, jumlah ruang kelas SD dan SMP negeri yang akan diperbaiki melalui dana DAK itu totalnya sebanyak 528 ruang. Kegiatan itu meliputi rehap ringan, sedang dan berat.
Kemudian, pembangunan ruang kelas baru SMP dan pembangunan ruang perpustakaan SMP. "Dari 528 ruang kelas ini tersebar di 348 sekolah SD dan SMP. Namun, jumlah paling banyak adalah untuk SD," katanya.
Menurut dia, total anggaran DAK yang disiapkan untuk program perbaikan dan pembagunan ruang kelas baru tersebut mencapai Rp 22.9 miliar. Alokasi itu terbagi dalam empat sumber anggaran. Yakni, DAK tahun 2014 senilai Rp 17,9 miliar bagi rehap dan pembangunan 456 ruang kelas.
Kemudian, DAK tahun 2011 senilai Rp 450 juta untuk 6 ruang kelas, DAK tahun 2012 senilai Rp 4,44 miliar bagi 64 ruang kelas dan DAK tahun 2013 Rp 90 juta untuk 2 ruang kelas.
"Di tahun 2015 mendatang, kami akan kembali mendapatkan DAK Pendidikan senilai Rp 40 miliar. Target kami, tahun 2016 semua bangunan sekolah yang rusak bisa diperbaiki," tegasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, selain pengadaan konstruksi bangunan yang dilaksanakans secara swakelola itu, melalui DAK juga dilaksanakan pengadaan sasrana peningkatan mutu. Di tahun 2014, pihaknya mendapatkan kucuran Rp 41,321 miliar, tahun 2010 Rp 2,6 miliar, tahun 2011 Rp 6,85 miliar, tahun 2012 Rp 5,156 miliar dan di tahun 2013 sebesar Rp 10,514 miliar.
"Kami berharap semua pekerjaan itu bisa selesai tepat waktu dan tidak terjadi masalah," ujarnya didampingi Kabid Pendidikan Dasar Pemkab Brebes, Dedy Priyono.
Kepala Sekolah SD Negeri 1 Sigentong, Sukhemi saat dikonfirmasi mengaku senang atas bantuan Pemkab Brebes melalui DAk yang diperuntukan bagi ruang kelas sekolahnya yang kondisinya sudah cukup memprihatinkan.
"Mudah-mudahan setelah rehab nanti dan selesai, anak-anak yang sebelumnya belajar berdesak-desakan, tidak lagi berdesak-desakan dan bisa lebih bersemangat lagi dalam menerima pelajaran di sekolah," tandasnya.