Anggota Pramuka Saka Bhayangkara Kwartir Ranting (Kwarran) Paguyangan, lakukan pembersihan dan pengecatan bangunan Monumen Kecelakaan Lalulintas. (FT: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Paguyangan) - Anggota Pramuka Saka Bhayangkara Kwartir Ranting (Kwarran) Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu 21 Maret 2010 siang menggelar karya bhakti Pramuka dengan melakukan pengecatan dan pembersihan bangunan Monumen Kecelakaan Lalulintas yang ada di ruas jalan Tegal-Purwokerto. Tepatnya di jalur Desa Taraban, kecamatan setempat.
Sebanyak 45 anggota Pramuka Saka Bhayangkara, dengan cekatan melakukan pengecatan pada bagian bangunannya dengan warna merah. Sementara pada bagian bangkai mobil Carry yang ada di atas bangunan hanya dibersihkan dari kotoran dan rumput liar yang banyak tumbuh di sekitarnya. "Kami terjunkan 45 personil untuk melakukan karya bhakti Pramuka ini," kata Ketua Dewan Kerja (DK) Pramuka Kwarran Paguyangan, Akmari di sela-sela kegiatan.
Menurut Akmari, pembersihkan dan pengecatan bangunan Monumen Kecelakaan Lalulintas sengaja dilakukan dalam rangka pemeliharaan agar bangunan tersebut tetap terawat dan terjaga. "Kami ingin monumen itu tetap ada dan tidak diganti dengan bangunan lainnya," ujarnya.
Dikatakan, keberadaan Monumen Kecelakaan Lalulintas di jalur yang menurun tajam dan panjang tersebut, harus tetap dipertahankan dan tidak setuju jika hilangkan atau diganti dengan bangunan lainnya.
Monumen Kecelakaan Lalulintas berfungsi untuk mengingatkan bagi pengguna jalan raya agar selalu berhati-hati di jalur yang rawan kecelakaan tersebut. "Monumen ini dibangun tahu 1980-an, setelah terjadi kecelakaan yang menewaskan seluruh penumpang Carry dan satu keluarga," tutur Akmari.
Kepala Polsek Paguyangan, AKP Sukoyo ketika dihubungi mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh anggota Pramuka Saka Bhayangkara. Menurutnya, sebelum melakukan kegiatan Saka Bhayangkara telah berkordinasi dan pihaknya juga membantu menerjunkan beberapa petugas untuk mengatur lalulintas selama kegiatan pembersihan dan pengecatan bangunan monumen. "Kami terjunkan petugas untuk membantu mengatur lalulintas di jalur yang cukup padat itu," katanya.
Ia mengatakan, keberadaan Monumen Kecelakaan Lalulintas di ruas jalan Tegal-Purwokerto masih diperlukan, sebagai tanda peringatan bagi pengguna jalan raya. "Di beberapa tempat sepanjang ruas jalan Paguyangan-Bumiayu juga perlu ada tanda peringatan lainnya, seperti lampu peringatan dan lainnya," tandas Sukoyo.