Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Warga Nahdliyin diminta untuk tidak mudah melupakan kharismatik tokoh ulama pendiri ormas Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, KH.Abdul Latif dalam acara Halal Bi Halal di Gedung Serba Guna Masjid Jami Ittihad, Jumat 22 Agustus 2014.
Menurut KH.Abdul Latif, berkembangnya paham Ahlussunah Wal Jamaah NU tidak lepas dari keggigihan perjuangan para ulama yang mati-matian mengupayakan penyebaran syiar islam dan faham NU di suatu wilayah.
“Kami berharap generasi NU sekarang tidak mudah melupakan para pendiri dan tokoh NU jaman dahulu. Karena para pendahulu kita itu mempunyai peranan yang penting terhadap persebaran faham NU yang mengusung ajaran Ahlussunah Wal Jamaah,” kata Abdul latif.
Lebih jauh KH Abdul Latif mengatakan, untuk wilayah Kecamatan Jatibarang, ajaran NU tidak lepas dari peranan tokoh ulama besar KH.Sya’roni dan Syech Ali Basalamah. Sementara, dalam sambutan singkatnya, Camat Jatibarang, Darmadi SH menyampaikan, agar generasi muslim dari kalangan NU cepat tanggap dengan gejala-gejala yang mengancam perpecahan umat beragama dan keutuhan NKRI.
“Kita harus waspada adanya geakan baru produk luar negeri yang menamakan dirinya Islamic State Iraq And Syiria (ISIS). ISIS itu teroris yang hanya mengakibatkan perpecahan bangsa dan Negara. Kami minta warga NU untuk bersama-sama melakukan pengawasan melekat,” ujarnya.
Sedangkan Perwakilan PCNU Kabupaten Brebes, Drs.H.Asmuni,M.Si, mengatakan, tokoh-tokoh NU dan generasi sekarang perlu untuk mempelajari kembali dan mendalami lagi tentang ke-NU-an, agar lebih memahami tentang NU yang sesungguhnya.
Ketua Panitia Halal Bi Halal, Drs.Afifullah mengatakan dalam acara tersebut pihaknya mengundang 264 tokoh NU se-Jatibarang. Acara halal Bi Halal juga dihadiri NU ,Ansor, BANSER, IPNU, MUSLIMAT, FATAYAT, IPPNU se-Kecamatan Jatibarang.