Rapat Forkompinda Brebes bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat (Foto: TakwoHeryanto)
PanturaNews (Brebes) - Jika ada tanda-tanda keberadaan jaringan yang sangat berbahaya, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), maka akan ditindak tegas. Keberadaan ISIS sangat berbahaya dan meresahkan serta mengancam Pluralisme yang ada di Indonesia.
Demikian dikatakan Kapolres Brebes AKBP. Ferdi Sambo, SH, SIK, MH saat pertemuan jajaran Forkompinda Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng) bersama tokoh agama, tokoh masyarakat serta organisasi keagamaan menggelar rapat koordinasi berkaitan isi yang sedang merebak, Kamis 14 Agustus 2014.
Rapat yang diselenggarakan di ruang Rapat Setda Brebes dihadiri oleh Bupati Brebes, Kapolres Brebes, Komandan Kodim 0713 Brebes serta unsur Forkompinda lainnya dengan dipimpin langsung oleh Asisten 1 Setda Brebes. Rapat sepakat menolak dengan tegas keberadaan ISIS di wilayah Kabupaten Brebes. Sebab, ISIS merupakan hal yang dianggap berbahaya dan harus diwaspadai dan ditangkal keberadaanya di wilayah Kabupaten Brebes.
Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE menyampaikan untuk penanganan keamanan dan kondusifitas wilayah Kabupaten Brebes terutama mengenai permasalahan ISIS dirinya mempercayakan sepenuhnya kepada pihak berwenang baik Polri maupun TNI. Hanya saja Bupati juga berharap kepada seluruh lapisan yang ada untuk waspada dan membantu tugas-tugas yang berwajib.
Lebih lanjut dikatakan Ferdi Sambo, sesuai dengan perintah yang telah ada akan dengan tegas menindak keberadaan jaringan ISIS. Jika ada tanda-tanda keberadaan jaringan yang sangat berbahaya ini, maka pihaknya tidak akan menunggu lama lagi untuk bertindak.
“Ada bendera ISIS berkibar di wilayah hukum Brebes, akan bakar bakar, kita tangkap anggotanya dan kita proses yang mengibarkannya,” tegas Sambo.
Hal senada juga disampaikan oleh Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol. Inf. Cahyadi Imam Suhada. Menurutnya, keberadaan ISIS di Brebes jangan sampai ada. Oleh karena itu melalui jajaranya di Koramil-koramil bekerjasama dengan Polsek dan camat, akan melakukan sosialisasi akan bahaya yang ditimbulkan oleh ISIS.
Sedangkan dari tokoh ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat mendesak untuk secepatnya dilaksanakan deklarasi bersama menolak keberadaan ISIS. Serta melakukan berbagai upaya pemahaman kepada masyarakat terutama pemuda.
"Ini agar mereka tidak menjadi bagian dari ISIS, dikarenakan mereka sebetulnya kurang memahami apa dan siapa itu ISIS?," ujar salah satu tokoh agama.