Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), menyatakan kasus laporan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) hilang di luar negeri merupakan kasus yang sering dilaporkan oleh keluarga korban. Hal itu sering terjadi karena tidak sedikit TKI, khususnya yang bekerja di Arab Saudi masih dilarang untuk memiliki alat komunikasi, sehingga mereka kesulitan untuk bisa berkomunikasi dengan pihak keluarga.
"Untuk itu kami akan berupaya keras mencari keberadaan Sukesih binti Ruba Kisa (31), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, yang dilaporkan hilang di Riyadh, Arab Saudi," ujar Koordinator Crisis Center BNP2TKI, Henry Prayitno melalui press realesnya, Rabu 13 Agustus 2014.
Seperti diberitakan Panturanews.com sebelumnya, Sukesih binti Ruba Kisa (31) diduga hilang di Riyadh, Arab Saudi. Anak kelima pasangan Ruba (alm) dan Carmi (65) itu sudah 5 tahun hilang kontak dengan keluarganya di kampung halaman. Bahkan, hingga kini keberadaan dan nasibnya belum diketahui. Atas kejadian itu, keluarga korban mengadukan nasib Sukesih ke Bupati Brebes, Senin 11 Agustus 2014.
Menurutnya, BNP2TKI akan segera memanggil pimpinan PT Abul Pratamajaya Jakarta selaku perusahaan yang menyalurkan Sukesih. "Bahkan, kami sudah mengirim surat dan meminta pimpinan PT Abdul Pratama untuk datang ke BNP2TKI pada Kamis 14 Agustus 1024 besok," kata Henry.
Nanti, lanjut Henry, pihak perusahaan penyalur Sukesih diminta untuk membawa dokumen yang berkaitan dengan korban. Dari dokumen itu, Crisis Center BNP2TKI akan mengirimkan dokumen ke KBRI di Riyadh. Sehingga, pihak KBRI bisa menghubungi pihak majikan Sukesih. Dari situ, diharapkan akan diketahui keberadaan Sukesih.
"Kami akan berkoordinasi dengan KBRI di Riyadh untuk mencari keberadaan Sukesih. Yakni, melalui dokumen yang dimiliki perusahaan penyalur tenaga kerja. Apalagi, Sukesih diketahui berangkat dengan prosedur resmi dan terdata di instansi terkait," tandasnya.