Rabu, 28/05/2014, 07:35:42
Demo, Puluhan Mahasiswa Tuntut Ketua STAI Mundur
-Laporan Takwo Heriyanto

Demo mahasiswa STAI Brebes di depan kampus dihadang polisi (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Brebes, Jawa Tengah, yang mengatasnamakan diri Gerakan Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (Gampeka), melakukan aksi demo di depan kampus setempat, tepatnya di komplek Islamic Center Brebes, Rabu 28 Mei 2014 sore.

Mereka melakukan aksi demo, salah satunya menunut Ketua STAI Brebes, Muhaemin mundur dari jabatannya. "Turunkan Ketua STAI Brebes, karena tidak berpihak pada mahasiswa dengan bukti kurangnya kebutuhan dan hak mahasiswa yang dipenuhi. Maukah kita dipimpin oleh pemimpin seperti itu? Tidak. Turunkan Ketua STAI adalah harga mati," kata Koordinator aksi, Heri Mulyono dalam orasinya.

Aksi demo Gampeka ini, diwarnai ketegangan dengan aparat kepolisian setempat yang sudah berjaga-jaga karena berusaha menerobos barisan untuk masuk ke dalam kampus. Aksi saling dorongpun terjadi. Bahkan ketika salah seorang mahasiswa yang ikut aksi tersebut akan membakar ban bekas di depan kampusnya juga langsung direbut ban bekas itu.

Akibatnya, adu mulutpun terjadi antara mahasiswa dengan aparat polisi. Kapolsek Brebes, AKP Azar yang mempin keamanan aksi demo mahasiswa tersebut mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan perwakilan dari STAI, mengingat atas dasar laporan dari pihak STAI menyebutkan bahwa Ketua STAI sedang sakit, dan tidak berada di kampus.

"Ketua STAI sedang sakit, dan tidak berada di kampus. Tapi, silahkan perwakilan dari kalian (mahasiswa) untuk melakukan audensi terkait tuntutan apa saja yang akan disampaikan nantinya," terangnya kepada mahasiswa sembari memberikan himbauan untuk tidak melakukan aksi anarkis dalam audensinya.

Sementara, dalam audensinya yang berjalan hanya beberapa menit tidak langsung membuahkan hasil atas tuntutan aksi mahasiswa itu. Perwakilan dari pihak STAI menyebutkan hanya bisa menyampaikan atas persoalan tersebut ke pihak yayasan.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita