Dekalari pemenangan Jokowi-JK di Gor Sasana Krida Adhi Karsa Brebes (Foto: Takwo Heryanto)
PanturaNews (Brebes) - Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Heru Sujatmoko mentargetkan perolehan suara Pemilu Presiden (Pilpres) se-Jateng untuk pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sebagai calon presiden (Capres)-calon wakil presiden (cawapres) sebanyak 70 persen.
"Tapi untuk di daerah-daerah yang ada di Jateng, seperti di Solo dan Boyolali siap memenangkan Jokowi-JK dengan perolehan suaran 85 persen," ujar Heru kepada wartawan usai menghadiri deklarasi pemenangan Jokowi-JK di Gor Sasana Krida Adhi Karsa Brebes, Selasa 27 Mei 2014 sore.
Untuk bisa memperoleh target suara tersebut, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah, salah satu diantaranya yaitu dengan konsolidasi dari empat partai pendukung Jokowi-JK, diantaranya PDI Perjuangan, PKB, Hanura dan NasDem melalui kegiatan deklrasi pemenangan Jokowi-JK yang dihadiri ribuan relawan.
Heru yang juga sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Jateng ini, kadernya tidak ingin menjelek-jelekan pasangan capres-cawapres lainnya dalam ajang Pilpres yang akan digelar 9 Juli 2014. Namun demikian, ia juga tidak ingin dibelok-belokan, seperti adanya serangan kampanye hitam yang belakangan sering terjadi.
"Kami tidak ingin menjelek-jelekan, tapi kami juga tidak ingin dibelok-belokan," cetusnya.
Ia menilai, pasangan Jokowi-JK yang didukung oleh empat parpol tersebut, adalah yang terbaik bagi rakyat Indonesia. "Makanya, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri tidak mencalonkan diri. Bu Mega lebih memilih kepentingan suara rakyat Indonesia, yaitu dengan mengusung Jokowi sebagai capres dan JK sebagai cawapresnya. JK dipilih untuk mendampingi Jokowi, karena tingkat elektabilitasnya lebih tinggi ketimbang calon wapres lainnya," ungkapnya.
Sama halnya yang disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Indra Kusuma dan Ketua Bappilu, Idza Priyanti. Menurutnya, Jokowi-JK adalah figur pemimpin yang dinilai bisa membawa perubahan bangsa dan kemakmuran serta kesejahteraan rakyat Indonesia.
"Untuk terget perolehan suara yang akan diberikan Jokowi-JK, khususnya di Kabupaten Brebes, kami targetkan suara 50 persen lebih," tandasnya.
Sementara, salah satu tim pemenangan Jokowi-JK dari struktural DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Narjo, menegaskan untuk tidak percaya terhadap isu-isu yang menyebut bahwa Jokowi adalah pemimpin yang tidak amanah, pemimpin yang beragama nasrani, pemimpin yang tidak mendukung kenaikan tunjangan bagi guru bersertifikasi.
"Semua isu-isu yang ditujukan kepada Jokowi adalah bohong. Terbukti bahwa Jokowi diusung menjadi capres oleh empat partai, karena pemimpin yang benar-benar amanah. Kalau tidak amanah, tidak mungkin Jokowi bisa menjadi Walikota Solo selama dua periode, tidak mungkin Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tidak mungkin jokowi menjadi capres.
Jokowi juga asli beragama Islam, bahkan Jokowi sama sekali tidak pernah mencabut kenaikan tunjangan bagi guru bersertifikasi dari salah satu visi misinya. Justru tunjangan bagi guru sertifikasi itu akan ditingkatkan kembali agar lebih sejahtera," tegasnya.
Usai deklarasi pemenangan Jokowi-JK, empat parpol pendukung Jokowi-JK itu melakukan arak-arakan jalan kaki dengan diiringi seni tradisional angklung dan burok, dari mulai Gor Sasana Krida Adhi Karsa hingga Alun-alun Brebes.