Minggu, 25/05/2014, 06:38:00
Siapapun Presidennya Harus Perjuangkan Petani
-Laporan Takwo Heriyanto

Subekhan SSi

PanturaNews (Brebes) - Ratusan anak para petani Brebes, Jawa Tengah, berdendang ria mengikuti konser musik dan orasi kebangsaan di halaman Stadion Karang Birahi Brebes (SKB), Sabtu 24 Mei 2014 malam.

Mereka memprotes lewat seni kenapa kehidupan petani selalu terpuruk ditengah negeri yang loh jinawi tata titi tenterem kerta raharjo?.

Adalah kelompok musik Akar Bambu dari Bogor, Jawa Barat, mendendangkan 8 lagu yang membuat suasana jadi hening dalam perenungan. Gesekan biola dari Kang Amin sang vokalis, seakan menyayat kegetiran hati yang makin pilu, akibat harga bawang tak kunjung naik. Kalaupun naik selalu dipermainkan para tengkulak dan cukong yang selalu saja dirugikan adalah petani.

“Sahabat sejati dan harus dicari adalah ilmu, yang harus dihindari adalah emosi,” demikian antara lain isi syair lagu petani yang dinyanyikan grup Akar Bambu.

“Siapapun Presidennya, harus memperjuangkan petani,” teriak Subekhan SSi dari Forum Kajian Masyarat Brebes (FKMD) yang memprakarsai kegiatan tersbut.

Menurut dia, saatnya para petani bangkit, jangan terus dijajah di dalam negara yang merdeka. Para pemuda tani sudah bertekad bangkit secara nasional ratusan tahun yang silam. Kemerdekaan sudah diraih dan pembangunan pertanian harus terus dibangkitkan lagi.

Sementara Fadil, Bendahara Pusat Masyarakat Tani Indonesia melihat fenomena pertanian kurang diminati oleh generasi muda jaman sekarang. Generasi muda memandang pertanian itu kotor karena penuh lumpur. Padahal dari bertani ada jiwa-jiwa yang sabar, ikhlas, tawakal, takwa.

“Dengan alat-alat modern, bertani bisa lebih ringan dan tidak harus kotor,” kata Fadil.

Konser juga dimeriahkan pembacaan puisi oleh Lebe Penyair dari Kersana Brebes. Dia membacakan satu buah puisi berjudul Stop Bawang Impor.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kesbangpol, Joko Heryanto SH, Kabab Humas dan Protokol Setda Brebes, Drs Atmo Tan Sidik, Ketua KPUD Brebes, M Riza Pahlevi, Ketua DPC HKTI Brebes dan sejumlah undangan lainnya.

Meski diwarnai 4 kali perkelahian antar penonton dan sempat diperingatkan oleh Kapolsek Brebes, namun konser berlangsung meriah hingga pukul 24.00. Selain grup musik Akar Bambu dari Bogor, konser juga didukung grup band dari Kota Brebes.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita