Sabtu, 14/12/2019, 18:18:25
Dewi Aryani: Tahun 2020 Program Bantuan Lebih Banyak Lagi
LAPORAN SL. GAHARU

Dewi Aryani memenuhi janjinya kepada masyarakat, sehingga setiap ada kesempatan acara, politisi PDI Perjuangan ini selalu dikerubuti warga untuk foto selfi. (Foto: Gaharu/Erin)

PanturaNews (Tegal) - Janji politik Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Hj. Dewi Aryani, MSi untuk menggelontorkan program aspirasi bantuan-bantuan untuk masyarakat, sebagian sudah terealisasi dan mulai tahun 2020 jumlah program sosial akan dua kali lipat jumlahnya.

Kabupaten Tegal akan diupayakan dapat sebanyak-banyaknya program, karena Anggota Komisi IX DPR RI di Dapil Jawa Tengah 9 ada dua orang, yaitu Dewi Aryani dari PDI Perjuangan dan satunya Nadifah dari PKB. Dengan begitu, keuntunganya program untuk Kabupaten Tegal bisa tambah dua kali lipat.

“Kami akan berbagi area agar ada pemerataan program. Sehingga semua desa di Kabupaten Tegal bisa dapat program, terutama program-program yang dibidangi Komisi IX,” tutur Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr Sosialisasi Obat dan Makanan yang Aman Konsumsi, di Gedung Serbaguna NU Tembokluwung, Kecamatan Adiwerna Jalan Kamboja Kejiwan, Kabupaten Tegal, Sabtu 14 Desember 2019 siang.

Menurut Dewi Aryani yang berangkat ke Senayan dari Dapil Jawa Tengah 9 (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes) ini, akan merealisasikan program-program lanjutan. Dari 4 Balai Latihan Kerja (BLK) yang sudah selesai dibanguan, nanti anak-anak didata, berapa anak yang telah selesai sekolah tapi masih ngangur.

“Jangan sampai orang yang sudah berusia 50 tahun karena masih nganggur didata. Kalau usia 50 itu bukan pengangguran, tapi tidak mau kerja. Jadi yang dilatih ya yang masih muda-muda. Anak lulusan SMA yang tidak bisa kuliah, boleh didata,” ujar DeAr.

Dijelaskan, anak lulusan SMP tapi sudah tidak sekolah ke SMA dan sudah berusia 20 tahunan, boleh didata masuk BLK sehingga akan mendapatkan Kartu Pra Kerja. Kalau ikut BLK nantinya akan training, pelatihan gratis dan mendapat sertifikat.

“Itu janji saya untuk merealisasikan Kartu Pra Kerja. Sudah diajukan ke Presiden Jokowi, dan disetujui untuk tahun 2020 kita akan rekrut pemuda-pemuda yang sudah mendapat pelatihan di BLK, untuk mendapatkan Kartu Pra Kerja sebanyak dua juta orang,” terang Dewi Aryani.

Politisi PDI Perjuangan yang dekat dengan warga ini, bahwa dalam bekerja harus legowo dan ikhlas. Orang kalau ikhlas hidupnya enak. Kalau bekerja ikhlas, ikhtiar, Allah akan memberi rejeki dan keberhasilan.

Tahun 2020 nanti, lanjut Dewi Aryani, akan ada bantuan lagi yang sedang diperjuangkan, yaitu pembangunan BLK lagi. Kalau tahun kemarin Kabupaten Tegal mendapat jatah empat BLK, berarti kedepan minimum dapat empat lagi. Dia optimis tahun 2021 di 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Tegal sudah ada BLK-nya.

“Kedepan, Insya Allah saya akan bantu program-progran lain meskipun bukan Komisi saya, tapi masih berkaitan dengan program-program sosial,” tutur Dewi Aryani.

Lebih lanjut dikatakan, mulai 2019 awal kemarin, satu kecamatan sudah mendapatkan bantuan dari Kementrian Sosial, yaitu program Kelompok Usaha Bersama Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Kube Bekerja).

Kube Bekerja merupakan program bantuan sosial di mana Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diarahkan langsung untuk memelihara ternak, berupa ayam untuk mendapat penghasilan tambahan.

“Sudah ada satu kecamatan yang mendapat bantuan program Kube Bekerja, yakni satu KK mendapat bantuan 50 ekor ayam untuk dibudidayakan. Kalau ayam sudah besar, dijual untuk beli bibit lagi. Kecamatan lainnya juga sedang saya program agar mendapatkan program tersebut,” ujarnya

Program lainnya yaitu Program Tenaga Kerja Mandiri, berupa pelatihan tata boga dan bantuan alat-alatnya. Konfeksi, budidaya ikan lele. Program-program tersebut juga akan dilakukan pada tahun 2020 untuk 10 desa. Tapi karena anggota Komisi IX-nya ada dua, tentu bisa mendapat 20 desa.

Kemuadian ada program Padat Karya yang menjadi favorit kepala desa, karena boleh untuk bikin sumur, saluran air, tergantung dari kebutuhan desa itu. “Tapi sabar ya, karena anggaranya sedang diperjuangkan, jumlahnya lebih banyak dari periode sebelumnya,” pungkas Dewi Aryani.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita