Jumat, 09/05/2014, 02:52:39
Toleransi Rendah Jadi Kendala Kerukunan Beragama
-Laporan Takwo Heriyanto

Sarasehan peran tokon agama dalam menjaga kondusifitas kehidupan beragama di Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Adanya kepentingan politik yang menggebu-gebu, menjadi kendala dalam mewujudkan kerukunan hidup beragama. Apalagi politik yang dilandasi oleh semangat membabi buta, sehingga tidak menghiraukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi atau golongannya.

Demikian disampaikan Kapolres Brebes AKBP Ferdy Sambo SIK SH MH saat menyampaikan sambutan sarasehan peran tokon agama dalam menjaga kondusifitas kehidupan beragama di Kabupaten Brebes, di Aula Mapolres Brebes, Kamis 8 Mei 2014.

Selain kepentingan politik, lanjut Sambo, toleransi yang rendah juga menjadi kendala kerukunan beragama. Dan yang jarang mendapat pantauan adalah fanatisme yang berlebihan dari penganut agama yang justru sering memicu perpecahan.

Untuk itu, Kapolres memberikan solusi untuk sering-sering mengadakan dialog antar umat beragama. Sehingga satu sama lain bisa berbicara satu meja dan mencari lem perekat untuk kehidupan yang lebih damai.

Optimisme yang kuat dari masing-masing penganut agama untuk menciptakan kerukunan juga menjadi solusi terbaik. Dengan adanya niatan yang ikhlas dan dorongan yang kuat untuk saling merangkul dalam satu bineka tunggal ika, maka kerukunan agama bisa terus terjalin.

Sarasehan diikuti 100 orang tokoh agama dari Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu, Kapolsek se Kab Brebes dan instansi terkait. Sarasehan dibuka Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan Soeprapto SH.

Dalam kata sambutannya Bupati berharap, kerukunan beragama harus terus dikuat-eratkan. Apalagi menjelang pemilihan presiden sering mencuat isyu-isyu yang dapat memecahbelah umat. Peran tokoh agama, masyarakat, kepolisian dan seluruh komponen masyarakat sangat diharapkan partisipasinya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita harus terus waspada dengan terus menjalin persatuan dan kesatuan diantara kebhinekaan,” tandasnya.

Sarasehan mendatangkan narasumber Ketua PC NU Brebes H Athoillah SE MSi dan Dosen Pasca Sarjana STAIN Pekalongan Dr Khusnan Zaen. Athoillah dalam kesempatan tersebut menyampaikan, kerukunan beragama bisa tercapai karena ada campur tangan dari pemerintah, tokoh agama dan umat beragama itu sendiri.

Ketiga komponen tersebut harus bersinergi untuk mewujudkan kerukunan dalam pembangunan bangsa. Namun pemerintah, dalam pandangan Athoillah sangat dominan. Karena pemerintah punya power, duit, dan kebijakan.

Sarasehan di gelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab Brebes bekerja sama dengan Polres Brebes. Tampak hadir Ketua FKUB KH Ahmad Said Basalamah beserta jajaran pengurus lainnya, tokoh agama Kristen Protestan Agus Suratno SH, Pontianus Karyono (Katolik), RM Slamet Riyanto (Budha) dan Toni Raharjo (Konghucu).


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita