Sejumlah kader Demokrat mendatangi Mapolres karena kecewa laporan dicabut (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Para kader Partai Demokrat (PD) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendatangi Mapolres Brebes, mempertanyakan kasus dugaan penyelewengan dana saksi dan partainya yang sebelumnya telah dilaporkan, Kamis 24 April 2014.
Mereka mempertanyakannya, lantaran kasus dugaan penyelewengan dana saksi dan partai yang diduga diselewengkan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes, Dedy Yon Supriyono, SE dicabut. Padahal sebelumnya sejumlah PAC Partai Demokrat telah sepakat agar kasus tersebut diusut sampai tuntas.
Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Paguyangan, Rastam mengaku kecewa atas sikap yang dilakukan oleh beberapa PAC lainnya, yang sebelumnya telah sepakat untuk melaporkan kasus dugaan penyelewengan dana saksi dan partai oleh Ketua DPC-nya, Dedy Yon Supriyono, namun setelah dilaporkan malah dicabut kembali.
"Ini yang membuat alasan kami mendatangi Mapolres Brebes. Jelas, kami meresa kecewa dan dirugikan mereka," ujar Rastam kepada PanturaNews.Com.
Menurutnya, alasan mereka mencabut kembali karena didatangi oleh sejumlah pengurus partainya, agar mencabut kembali dan sebagai imbalan atas pencabutan laporan itu diberi uang sebagai bentuk tali asih sebesar Rp 500 ribu.
"Termasuk kami juga didatangi, tapi kami menolaknya. Sedangkan teman-teman kami yang lain memilih untuk menerimanya," terangnya.
Diakuinya, ia menolak untuk ikut mencabut laporan kasus tersebut, karena sebagai warga negara Indonesia yang baik dan taat hukum ingin agar kasusnya tetap ditindaklanjuti. Mengingat, nilai kerugian akibat dugaan penyelewengan dana saksi dan parpol itu tidak sedikit.
Seperti diketahui sebelumnya, sedikitnya 8 Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat di Kabupaten Brebes, bersama Ketua Badan Pemenangan Pemilu, Senin (21/4), melaporkan dugaan penggelapan dana partai politik dan saksi ke Polres Brebes. Dugaan tersebut dituduhkan kepada Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah dan Ketua DPC Demokrat Brebes beserta sekretarisnya.
Mereka yang melaporkan dugaan tersebut diantaranya, Ketua PAC Tanjung (Aminudin,SAg), Ketua PAC Songgom (Nur Kholid), Ketua PAC Paguyangan (Rustam,SH), Ketua PAC Ketanggungan (Ahmad Amin,SPd), Ketua PAC Kersana (Edi Kriswanto), Ketua PAC Losari (Masudi), Ketua PAC Banjarharjo (Abdul Rosid) dan Bapilu Partai Demokrat Brebes (Kartolik)
Ketua PAC Demokrat Kecamatan Tanjung, M Aminudin mengaku kalau dirinya bersama dengan tujuh ketua PAC kecamatan lainnya telah menandatangani laporan tindak penggelapan dana parpol ke Polres Brebes. Dia menduga, dana tersebut telah diselewengkan oleh Ketua dan Sektretaris DPC untuk kepentingan pribadi.
Pasalnya, dana yang bersumber dari APBD untuk kegiatan partai itu tidak pernah ada kejelasannya. “Saya meminta agar pihak kepolisian bisa memproses secara hukum dugaan tindak penyelewengan dana parpor dan saksi Partai Demokrat,”ujar dia, di Mapolres Brebes.
Bahkan, sebelumnya juga, sejumlah simpatisan dan kader Partai Demokrat menyegel Kantor DPC setempat, Kamis (17/4) petang. Kantor yang terletak di Jalan Komplek Stadion Karangbirahi Brebes (SKB) itu disegel lantaran adanya dugaan penyelewengan dana saksi oleh petinggi partai di DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Tengah,Sukawi Sutarip. Selain itu, dugaaan penyelewangan juga diduga melibatkan petinggi Partai Demokrat di Kabupaten Brebes, yakni DEdy Yon Supriyono.
Hal itu disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes, Kartoliq, saat melakukan aksinya di depan kantor DPC setempat. Indikasi penyelewengan itu terungkap karena dari 3.047 TPS di Brebes, sebagian tidak terdapat saksi.
“Dana saksi yang tidak dicairkan ada sekitar 60 persen, sedangkan yang dicairkan hanya 40 persen. Itu pun tidak semua saksi mendapatkan Rp 100 ribu. Ada saksi yang hanya diberikan Rp 50 ribu saja,” ujar Khartoliq, usai menyegel kantor.