Selasa, 11/03/2014, 08:42:45
Sadis, Pembunuh Bambang Adalah Istrinya Sendiri
-Laporan Takwo Heriyanto & Zaenal Muttaqien

Darkem, pembunuh suaminya sendiri dan dua pembantunya ditahan di Mapolres Brebes (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Tewasnya Bambang (56), warga Dukuh Karangjati RT 04 RW 07 Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang jasadnya ditemukan di bawah Jembatan Sungai Bisjajar, Jalan Lumbir-Karangpucung, Kabupaten Banyumas, Minggu 9 Maret 2014 sekitar pukul 16.00 WIB akhirnya terungkap sebagai korban pembunuhan.

Pelakunya tidak lain adalah istri korban, Darkem binti Darno (48) dibantu oleh dua pelaku lainnya, yakni Subagiyo bin Darno (57), warga Dukuh Rejomulyo RT 06 RW 07 Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan dan Willy Riyanto bin Sahroni (38), warga Dukuh Wargomulyo RT 01 RW 04 Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.

Pernyataan tersebut dikemukakan Kapolres Brebes, AKBP Ferdy Sambo kepada wartawan dalam jumpa persnya di halaman Mapolres setempat, Selasa 11 Maret 2014 sore. Menurut Sambo, kasus pembunuhan yang dilakukan oleh istri korban terjadi pada Jumat 7 Maret 2014 pukul 15.00 WIB di rumahnya sendiri.

"Dari penuturan pelaku (Darkem), korban dibunuh saat sedang tidur dengan menggunakan martil ke arah kepalanya. Setelah membunuh korban, pelaku kemudian dibantu dua pelaku lainnya (Subagiyo dan Willy), yang masih ada hubungan famili dengan Darkem, yang kemudian jasad korban dibuang di bawah Jembatan Sungai Bisjajar Kabupaten Banyumas," terang Sambo.

Sementara, kata Sambo, pihaknya juga berhasil mengamankan 19 barang bukti yang dilakukan pelaku. Beberapa barang bukti tersebut diantaranya martil (palu), satu unit sepeda motor, potongan rambut korban, satu buah kasur warna hijau dengan bekas darah.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, lanjut Sambo, ketiga pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP Sub 338 KUHP Jo 56 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Darkem (istri korban), mengatakan pihaknya tega membunuh suaminya sendiri lantaran sejak pernikahannya selama 25 tahun dengan korban, tidak pernah diberi nafkah (uang). Padahal pelaku sangat membutuhkannya untuk biaya hidup bersama empat anaknya, yang tiga diantaranya duduk di bangku kuliah.

"Kalau saya minta uang sama suami saya, selalu alasannya uangnya tidak boleh digunakan membiaya hidup saya bersama anak-anak. Suami selalu bilangnya lebih baik sayang harta ketimbang istri dan anak-anaknya. Ucapan itu yang selalu dilontarkan suami saya, yang pada akhirnya sering terjadi percekcokan antara saya dengan suami saya," tutur pelaku yang berprofesi sebagai guru PNS ini.

Bahkan, kata Darkem, dirinya dari percekcokan itu, sering pula dianiaya suaminya sendiri hingga menyebabkan luka-luka lebam dibagian tubuhnya. Diakuinya, bahwa selama ini korban tidak mempunyai pekerjaan tetap (menganggur). Namun, Darkem selalu berusaha meminta uang kepada korban karena korban mengaku punya warisan dari orang tuanya yang kaya raya.

"Tapi, karena sering diperlakukan kasar dan dianiaya suami saya terus menerus, akhirnya saya membunuh suami saya sendiri saat sedang tertidur dengan menggunakan martil ke arah kepalanya. Satelah saya membunuh suami saya sendiri, saya benar-benar khilaf," aku Darkem.

Diberitakan sebelumnya, Bambang (56), warga Dukuh Karangjati, RT 04 RW 07 Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi korban pembunuhan. Jasadnya ditemukan di bawah Jembatan Sungai Bisjajar, Jalan Lumbir-Karangpucung, Kabupaten Banyumas.

Informasi yang diperoleh PanturaNews.Com, Senin 10 Maret 2014 menyebutkan, mayat korban ditemukan oleh warga setempat yang tengah buang hajat di sungai tersebut pada Minggu 09 Maret 2014 sekitar pukul 06.00 WIB yang langsung melapor pada perangkat desa dilanjutkan ke Polsek Lumbir dan langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Hasil penyelidikan polisi, korban ternyata warga Dukuh Karangjati, RT 04 RW 07 Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu. Hasil penyelidikan pula diduga korban dihabisi di rumahnya sebelum akhirnya dibuang ke Sungai Bisjajar Lumbir tempat ditemukannya jasad korban.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita