Kamis, 04/03/2010, 10:31:00
Butuh Bantuan, Ahmad Menderita Tumor Sejak Usia Satu Tahun
AZ-Agus Zahid

Ahmad dan keluarganya sangat sedih lantaran penyakit tumor ganas di tangan kirinya yang semakin membesar. (FT: Agus Zahid)

PanturaNews (Kajen) - Derita yang dialami pasangan Sucahyo (38) dan Sumarni (30), warga Desa Gebangkerep RT 2 RW 2, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan sejak melahirkan putra pertamany, sekitar 8 tahun lalu, hingga kini belum berakhir. Betapa tidak, putra pertamanya Ahmad Arif Setiawan (9), yang kini duduk di bangku kelas 1 SD, sejak usia 1 tahun menderita tumor ganas di tangan kirinya.

Keluarga miskin ini tidak mampu membawa anaknya untuk kembali berobat ke Rumah Sakit Kariadi Semarang, lantaran tak memiliki biaya operasional. Meski biaya pengobatan gratis dengan program Jamkesmas, Sucahyo mengharap bantuan dari para dermawan untuk biaya operasional selama mendampingi sang anak di rumah sakit.

Sucahyo merasa iba, karena Ahmad seharusnya kembali dirawat di RS Kariadi Semarang setelah tiga bulan menjalani operasi pada tahun 2007 lalu. "Kami disuruh kembali mengobati Ahmad ke RS Kariadi, tapi kami tidak bisa ke sana karena tidak punya biaya untuk memenuhi kebutuhan Ahmad dan biaya selama menunggui. Ahmad terpaksa hanya di rumah," ucapnya dengan nada sedih, Rabu 03 Maret 2010 pukul 13.30 WIB.

Sucahyo selama ini hanya bekerja sebagai buruh di penggilingan padi dengan upah maksimal Rp 50.000 per minggu. Sedangkan sang isteri, Sumarni (30), menjadi ibu rumah tangga. Namun keluarga ini sangat berharap anaknya dapat sembuh. "Kami sangat berharap Ahmad bisa sembuh, agar bisa melakukan kegiatan seperti anak-anak lainnya. Kami sedih melihatnya begitu. Kami ikut merasakan penderitaanya," lanjut Sucahyo seraya meneteskan air mata.

Begitu juga dengan Ahmad yang masih berkeinginan sembuh dari penyakit tumor yang dideritanya sejak berusia 1 tahun. "Saya sangat ingin sembuh," ucap Ahmad sembari menangis seperti ingin mengungkapkan deritanya selama ini.    

Derita yang dialami Ahmad, bermula dari adanya benjolan di bahu. Lama-lama nampak adanya kelainan pada tangan kirinya, tangan kirinya kelihatan 'pingget' (seperti bekas diikat karet-red). Kemudian semakin membesar. Hingga usianya 7 tahun, pada tahun 2007, keluarga baru mampu membawa Ahmad ke RSUD Kraton Pekalongan.

Ahmad kemudian dirujuk ke RS Kariadi Semarang dan menjalani operasi serta perawatan selama satu bulan. Ahmad disarankan untuk istirahat di rumah selama tiga bulan dan diminta kembali lagi ke RS Kariadi untuk penanganan kelanjutan, namun keluarga tidak bisa membawa kembali ke Semarang karena terbentur biaya. "Saya ingin berobat, kalau tidak diobati akan semakin parah," ucap Ahmad.

Perlu diketahui, keluarga Ahmad sangat memerlukan bantuan dari para dermawan agar bisa kembali dirawat di RS Kariadi Semarang, sehingga penyakitnya bisa sembuh dan normal seperti teman-teman lainya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita