Ilustrasi
PanturaNews (Tegal) - Memasuki musim penghujan yang jatuh di pertengahan November 2013 ini, Pemkot Tegal, Jawa Tengah diminta untuk selalu mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir akibat luapan dari 3 sungai yang membelah wilayah kota. Ketiga sungai itu adalah, Sungai Ketiwon, Sungai Kaligangsa dan Sungai Kemiri.
Hal itu ditegaskan oleh anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tegal, Rofii Ali S.Si, Senin 18 November 2013.
Menurut Rofii, kondisi sungai yang diprediksi cenderung mengalami pendangkalan di muara, sangat memungkinkan terjadi luapan jika sewaktu-waktu terjadi hujan lebat dalam waktu antara 2-3 jam lamanya. Hal itu akan menjadi semakin parah apabila secara mendadak badan sungai mendapat kiriman banjir dari hilir.
“Kami berharap Pemkot Tegal sigap dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir akibat luapan air sungai, karena system drainase yang ada saat ini belum mendukung untuk mengatasi luapan air sungai maupun muntahan air hujan dengan intensitas tinggi,” kata Rofii.
Disisi lain Rofii juga menyinggung soal pembangunan kolam retensi atau polder yang diproyeksikan berada di lokasi-lokasi rawan banjir dan genangan. Pasalnya, keberadaan Polder tersebut sangat menunjang untuk penanggulangan terjadinya banjir maupun genangan air yang selama ini sulit teratasi.
Sebelumnya, Kepala Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Tegal, Drs Suripto, mengatakan, untuk mengantisipasi banjir pihaknya menyiagakan sekitar 1.200 anggota Linmas yang tersebar di 27 kelurahan. Mereka ditugaskan untuk segera melapor apabila terjadi luapan air sungai.
"Masyarakat juga kami imbau untuk melakukan pengerukan saluran air di lingkungannya masing - masing untuk mencegah terjadi banjir," ujarnya.
Suripto mengemukakan, wilayah yang rawan banjir selama ini antara lain, Kelurahan Kalinyamat Kulon, Margadana, Sumurpanggan dan Kaligangsa. Selain itu di Kelurahan Kraton, Panggung, Tegalsari dan Muarareja. Tak hanya itu, pihaknya juga mewaspadai terhadap terjadi rob yang terjadi sewaktu - waktu. " Untuk penanganan kami juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) serta melaksanakan pelatihan penanganan banjir," tegasnya.