Petugas melakukan fogging untuk membunuh nyamuk penyebab Chikungunya. (FT: Abu Aliya)
PanturaNews (Sirampog) - Puskesmas Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin 01 Maret 2010 melakukan pengobatan massal dan pengasapan (fogging) kepada masyarakat di Dukuh Kalisalak, Kecamatan Sirampog yang diserang penyakit suspect Chikungunya atau demam dan linu di persendian.
“Pengobatan massal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran dan pengobatan penyakit Chikungunya," kata Kepala Puskesmas Sirampog, dr H Sartono.
Menurut Sartono yang memimpin langsung pengobatan massal dan fogging itu, sejumlah petugas kesehatan diterjunkan memberikan pelayanan pengobatan gratis kepada masyarakat sekaligus penyuluhan. Selain itu, petugas medis juga telah melakukan pengasapan di sejumlah rumah warga. "Pengasapan dilakukan untuk membunuh nyamuk pembawa penyakit Chikungunya. Kita berharap penyakit itu tidak terus meluas ke sejumlah desa lainnya," terang dia.
Sebelumnya sekitar ratusan warga di Kecamatan Sirampog dan Tobnjong yang letaknya berdampingan menderita penyakit suspect Chikungunya. “Penyakit Chikungunya mulai menyerang warga di dua kecamatan dalam dua pekan terakhir, upaya mengatasi dan pencegahan makin menyebarnya penyakit ini terus kami lakukan," tuturnya.
Sementara Kepala Desa Benda, H Nahib Sodiq SPdI mengatakan, penderita penyakit dengan gejala utama tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian ini, mulai menyerang pada dua hari terakhir. Penyakit itu menyerang semua umur baik usia produktif, lanjut usia maupun anak-anak. "Kemarin kami dapat laporan dari warga dan kami langsung lapor ke kecamatan serta Puskesmas serta meminta untuk dilakukan pengobatan massal sekaligus fogging," katanya.
Camat Sirampog yang memantau pelaksanaan pengobatan massal dan fogging di Dukuh Salak itu, meminta kepada warga untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sebab, ditengarai berkembangnya nyamuk pembawa penyakit Chikungunya karena faktor lingkungan yang kurang bersih. "Seperti penjelasan dari petugas kesehatan, faktor penyebabnya karena kebersihan lingkungan yang kurang terjaga, juga karena faktor suaca yang tidak menentu. Karena itu, kami berharap kebersihan lingkungan selalu dijaga dan juga selalu menjaga kesehatan," tuturnya.