Minggu, 28/02/2010, 15:33:00
Membangun Karakter Anak Bangsa Melalui Dongeng
TK-Takwo Heriyanto

Bambang Bimo Suryono atau yang biasa dipanggil Kak Bimo, berbicara di Seminar Pendidikan Nasional dengan tema ‘Pembangunan sumber daya manusia dan inovasi pendidikan’, Minggu 28 Pebruari 2010 siang di Aula Islamic Center Brebes. (FT: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Karakter suatu bangsa merupakan aspek penting yang mempengaruhi perkembangan generasi muda. Karenanya, mempersiapkan anak adalah sebuah strategi investasi manusia yang sangat tepat. Seperti halnya dengan sebuah dongeng, jika ditanamkan pada anak usia dini akan menciptakan nilai-nilai kehidupan dan kebijakan, serta memberikan kemampuan imajinansi sehingga mempunyai cita-cita dan semangat.

Demikian disampaikan NH Bambang Bimo Suryono atau yang biasa dipanggil Kak Bimo disela-sela Seminar Pendidikan Nasional dengan tema ‘Pembangunan sumber daya manusia dan inovasi pendidikan’, Minggu 28 Pebruari 2010 siang di Aula Islamic Center Brebes yang diikuti sekitar 400-an guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Menurut Kak Bimo yang sekaligus sebagai Master Dongeng Indonesia, pada dasarnya dongeng yang diterima ketika masa kanak-kanak dapat menciptakan karakter seseorang ketika dewasa. Selain itu, lanjutnya, agar bisa menghidupkan suasana, seorang pendongeng harus bisa mengeksplorasi dan memodivikasi sebuah cerita.

''Misalnya dongeng kancil mencuri timun. Cara mendongengnya jangan hanya mengungkapkan jalannya cerita saja, tetapi disertai berbagai hal yang menarik. Misalnya, kancil yang berlari kencang. Pada saat itu harus ditunjukkan kencangnya kancil berlari degan menirukan suara angin disertai peragaan,'' ungkapnya.

Dijelaskan Kak Bimo, bangsa Indonesia berada di tengah-tengah, tidak termasuk timur juga tidak termasuk bangsa barat yang pandai bicara. Berbeda dengan bangsa barat lebih pandai bicara dibanding bangsa timur, bahkan bangsa barat mampu membuat opini dunia. Sedangkan bangsa timur seperti Jepang, Cina, Singapura dan Korea sedikit bicara banyak bekerja.

Ketika ditanya resepnya menjadi pendongen nasional, Kak Bimo mengaku semua orang sebenarnya bisa mendongeng asal mau terus berlatih. Misalnya soal menirukan ilustrasi suara. ''Setiap orang punya potensi pita suara yang sama dan tinggal melatihnya untuk menirukan berbagai ilustrasi suara,' 'ujarnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita