Kamis, 25/02/2010, 17:01:00
Gebyar Maulid Nabi, Berebut Nasi Tumpeng dan Gundukan
AZ-Agus Zahid

Ribuan warga Kabupaten Pekalongan berebut nasi tumpeng dan gundukan pada Pesta Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW di Halaman Masjid Muhtarom dan Alun-alun Kajen. (FT: Agus Zahid)

PanturaNews (Kajen) - Ribuan masyarakat Kota Santri, Kamis 25 Februari 2010 sekitar pukul 15.40 WIB, berebut nasi tumpeng dan gundukan pada Pesta Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, di Halaman Masjid Muhtarom dan Alun-alun Kajen.

Mereka antusias untuk mendapatkan makanan tersebut, karena ingin mendapatkan berkah dari event religius itu. Sehingga mereka rela berdesak-desakan meskipun beberapa anak diantaranya ada yang jatuh pingsan.

Ketua Panitia Penyelenggara Kirab Seni Budaya dan Gebyar Merah Putih dalam Maulid Nabi, dr Djarot menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan rutin oleh Pemkab Pekalongan pada setiap Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Agenda peringatan Maulid Nabi ini diawali dengan Kirab Seni Budaya dan Gebyar Merah Putih, kemudian dilanjutkan dengan Gelar Seni Budaya yang dimeriahkan Opera Van Kajen, Kamis Malam. "Kegiatan diikuti sekitar 4000 orang dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan," terangnya.

Panitia menyediakan 19 tumpeng dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pekalongan, sesuai dengan potensi dan kekayaan yang ada di masing-masing kecamatan. Sebelum direbutkan kepada masyarakat, tumpeng-tumpeng tersebut dikirab dengan dikawal oleh Prajurit 40-an dan sejumlah pasukan lain dari Rumah Dinas Wakil Bupati di Jalan Diponegoro menuju ke Rumah Dinas Bupati di Jalan Mandurorejo. "Kemudian di perebutkan kepada masyarakat di depan Masjid Al Muhtaram Kajen," tutur Djarot.

Bupati Pekalongan, Dra Hj Siti Qomariah MA berharap kegiatan itu dapat memupuk semangat persatuan dan kesatuan diantara warga, untuk bersama-sama membangun patriotisme melalui seni dan budaya seiring dengan aspek religius. Sehingga seni dan budaya dapat berjalan seimbang dengan aspek keagamaan. "Perjalanan seni dan aspek relegius hendaknya dapat berjalan seimbang," harap bupati.

Dari tahun ke tahun budaya itu selalu berkembang, karena itu perlu dibenahi agar lebih mengarah kepada hal yang bermanfaat seperti menjalin persatuan dan kesatuan, saling mengenal satu sama lain sehingga nilai-nilai dan potensi yang ada di Kabupaten Pekalongan dapat memberikan manfaat bagi pembangunan. "Kabupaten Pekalongan cukup berpotensi, karena itu perlu ditingkat agar ke depan lebih baik," tambah bupati.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita