Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Wilayah pesisir pantai utara (pantura) Brebes, Jawa Tengah, sudah menjadi langganan banjir rob akibat pasang naiknya air laut. Wilayah pesisir pantura Brebes yang sering dilanda banjir rob ini, adalah Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari, Desa Kaliwlingi dan Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes.
Seperti kejadian pada hampir sepakan lalu hingga kini, genangan rob di tiga desa tersebut masih terjadi. Sedikitnya 200 hektar area tambak jebol di Desa Sawojajar dan Kaliwlingi. Sementara di Desa Randusanga Kulon terdapat sekitar 400 hektar area tambak milik warganya tenggelam, sehingga ikan bandeng yang siap panen hilang. Bahkan, jalan desa dan rumah-rumah pemukiman warga juga banyak yang tergenang air rob.
Solikhin (38), warga Desa Randusnga Kulon mengatakan, genangan air rob terjadi biasanya saat menjelang petang hingga dini hari. "Kalau sudah pagi atau siang hari, air rob menjadi surut. Tapi kalau sudah mulai menjelang petang hari air rob kembali naik," ujar Solikhin kepada PanturaNews.Com, Selasa 7 Mei 2013.
Menurutnya, warga desanya khawatirkan jika banjir rob yang disertai hujan deras, terjadi kenaikan permukaan air. "Banjir rob ini sudah menjadi langganan setiap tahunnya," tuturnya.
Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi III DPRD Brebes, Bambang Edi Prabowo mengaku, lembaganya saat ini tengah berupaya semaksimal mungkin untuk mencari solusi yang baik, guna mengatasi banjir rob yang menjadi langganan setiap tahun di wilayah tiga desa tersebut.
"Tadi, kami juga barusan rapat membahas persoalan banjir rob untuk mencari solusi yang terbaik," terang Kowo panggilan akrab Bambang Edi Prabowo.
Kowo mengatakan, banjir rob yang menggenangi wilayah pesisir pantura Brebes di tiga desa tersebut, juga sama halnya terjadi di wilayah pesisir pantai utara Tegal, Pemalang dan Pekalongan.
"Saya pikir banjir rob yang terjadi setiap tahunnya itu, merupakan pengaruh faktor alam, yakni terjadi karena dataran disekitar pesisir pantura Brebes semakin mengalami penurunan," papar politisi dari PDI P itu.