Kades Langkap, Mustolih terus kembangkan UKM di desanya (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Desa Langkap, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, merupakan desa yang memiliki beragam potensi Usaha Kecil Menengah (UKM). Pengolahan hasil kebun merupakan potensi UKM yang kini menjadi andalan bagi warga setempat.
"Langkap ada beberapa hasil bumi yang diolah oleh warga menjadi UKM," ujar Kepala Desa Langkap, Mustolih kepada PanturaNews.Com, Senin 08 April 2013.
Sedikitnya ada tiga jenis hasil bumi yang dikeloka menjadi UKM oleh warga, yakni pisang, mlinjo dan kelapa. Buah pisang diolah menjadi kripik pisang, buah melinjo diolah menjadi emping dan kelapa menjadi gula jawa.
"Kripik pisang, emping melinjo dan gula kelapa atau gula jawa menjadi andalah usaha warga Langkap saat ini," katanya Mustolih.
UKM yang tergolong home industri tersebut telah ada sejak lama dan menjadi usaha turun menurun. Hingga kini tetap dipertahankan bahkan terus dikembangkan mengingat manfaatnya yang begitu besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Manfaatnya cukup jelas, hasil kebun seperti pisang dan melinjo menjadi lebih tinggi keuntungannya ketika dijual dalam bentuk makanan olahan," ucap Mustolih.
Upaya peningkatan UKM kini terus dilakukan, selain mengupayakan peningkatan budidaya tanaman kebun jenis pisang dan melinjo juga kelapa. Peningkatan keterampilan para pengrajin seiring dengan kemajuan teknologi dan masyarakat modern.
"Program kami sekarang mengupayakan peningkatan budi daya tanaman melinjo dan pisang serta kelapa, sebagai bahan baku utma untuk melanggengkan kegiatan home industri masyarakat agar dapat erus berkembang," tutur Mustolih yang dilantik sebagai Kades Langkap pada 11 Maret 2013 lalu.
Pada waktu dekat ini juga akan diberikan pelatihan pembuatan kripik kentang pada pengrajin keripik yang tergabung dalam kelompok wanita tani 'Mekar Bersemi' yang diadakan oleh Dinas Perindustrian Kabupaten Brebes. "Pengrajin keripik akan emndapat pelatihan pembuatan keripik kentang oleh Dinas Perindustrian," katanya.
Diharapkan, perhatian pemerintah dapat terus diberikan pada UKM Desa Langkap. Pemberian bantuan baik permodalan maupun bimbingan teknologi serta pemasaran masih sangat diharapkan.
"Perhatian pemerintah diharapkan akan terus ada dan lebih ditingkatkan lagi," pungkas Mustolih.