Bupati Brebes saat memantau pelaksanaan Ujian Sekolah (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti, SE menegur Kepala SMK Negeri 1 Brebes yang tidak mengindahkan suasana tenang saat berlangsungnya Ujian Sekolah (US). Teguran tersebut disampaikan Bupati terkait bunyi mesin molen (pengaduk semen) yang terus menderu ketika US berlangsung.
“Itu mesin molen dimatikan dulu ya, kasihan anak-anak kita sedang ujian,” tegur Bupati kepada Wakil Kepala bidang Kurikulum SMK N 1 Brebes, Ahmad Fanani begitu memasuki area sekolah di Jalan Setia Budi Brebes saat melakukan pemantauan di sekolah tersebut, Senin 18 Maret 2013.
Bupati memerintahkan kepada Ahmad Fanani untuk menggantikan mesin molen dengan manual. Sehingga tidak mengganggu suasana ujian. Fanani pun langsung memerintahkan kepada tukang bangunan yang tengah bekerja untuk menghentikan kegiatan pengadukan dengan molen.
Sementara, berdasarkan sumber yang diperoleh PanturaNews.Com menyabutkan, Kepala SMK N 1 Brebes, Ali Subekhi mengaku sedang berada di Jakarta untuk mengurus dana bantuan sekolah. Seperti tahun sebelumnya, dia berdalih telah memerintahkan tukang bangunan untuk menunda kegiatan hingga ujian selesai.
Pemantauan Ujian Sekolah Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, Dr Tahroni, MPd, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Brebes, Drs Atmo Tan Sidik. Mereka melakukan pemantauan ke SMA N 2 Brebes, SMA 1, SMK 1, SMA 3, SMA PGRI, SMP PGRI, SMK Karya Bakti dan SMP 2 Brebes.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, Dr Tahroni MPd menjelaskan, untuk lulus dari satuan pendidikan, pertama siswa harus menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Kedua, memperoleh nilai minimal baik untuk seluruh mata pelajaran kelompok, mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan, estetika, jasmani, olah raga dan kesehatan. Ketiga, Lulus Ujian Sekolah dan keempat lulus Ujian Nasional.
“Saat ini tengah berlangsung Ujian Sekolah bagi SMA/SMK hingga tanggal 20 Maret,” jelasnya.
Lebih jauh Tahroni menerangkan, dalam tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 73.892 anak menjadi peserta UN dari 1.413 sekolah. Dengan perincian SD/MI sebanyak 1083 dengan jumlah peserta UN 35.707, SMP/MTs 218 dengan peserta 25.032, SMA/MA 57 jumlah peserta UN 6.394 dan SMK 55 dengan peserta 6759.
“Mereka sudah masuk nominasi tetap UN,” terangnya.
Sedangkan pelaksanaan UN untuk SMA/MA, lanjut Tahroni, pada 15-18 April, SMK 15-17 April, SMP/MTs 22-25 April dan SD/MI 6-8 Mei 2013.