Salah satu rumah yang rusak diterjang angin puting beliung di Kecamatan Ampelgading (Foto: Ridwan)
PanturaNews (Pemalang) - Sedikitnya 88 rumah yang tersebar di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, rusak akibar diterjang angin puting beliung, Rabu 27 Februari 2013 dini hari.
Ke-88 rumah dan kantor serta musholla itu tersebar di 3 titik yaitu Desa Ampelgading sejumlah 9 rumah termasuk mushola, di Desa Karangtengah sebanyak 17 rumah termasuk kantor Kecamatan, dan 62 rumah berada di Desa Banglarangan. Dari tiga desa itu Banglarangan termasuk yang paling banyak terkena angin puting beliung.
Camat Ampelgading, Tur Endang Styaningrum, S.IP,MSi melalui Sekcam, Martono, BA Kamis 28 Februari 2013 mengatakan, kejadian yang awalnya hujan kemudian disusul petir dan angin yang sangat kencang itu, berdurasi sekitar setengah jam. Angin seakan-akan menggumpal bergulung-gulung, diiringi suara desiran yang cukup keras dari arah barat Ampelgading, dan menerjang ke timur hingga Desa Banglarangan.
“Tak ayal daerah yang dilewati angin tersebut menjadi sasaran hingga menimpa rumah-rumah warga dan gedung kantor, SD, musholla dan pepohonan,” tutur Martono.
Informasi yang dihimpun Panturanews menyebutkan, rata-rata kerusakan yang terjadi hanya pada bagian atap saja. Untuk kantor Kecamatan Ampelgading sendiri rusak pada bagian atap, seng dan tiang atau pal listrik. Karena saat kejadian dalam keadaan hujan, sementara atap sudah jatuh ke tanah, mengakibatkan beberapa ruang kecamatan dan rumah dinas camat berserakan.
“Barang-barang seperti computer, berkas-berkas surat dan almari untuk sementara dievakuasi ke luar karena basah terkena air saat hujan, termasuk satu buah musholla di Desa Ampelgading juga ikut menjadi rusak,” ungkapnya.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sementara kerugian materi belum bisa disebutkan, karena masih dalam pendataan petugas dari Muspika Ampelgading. Peristiwa ini sudah dilaporkan ke kepala kantor Kesbangpolinmas, kepala kantor Satpol, kepala kantor Dinosnakertrans, PMI Kabupaten Pemalang.