Kolam renang Samudera di Jalan Menteri Supeno Kota Tegal semakin memprihatinkan (Foto: Gaharu)
PanturaNews (Tegal) - Kondisi kolam renang ‘Samudera’ milik Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah, yang terletak di Jalan Menteri Supeno kini semakin memprihatinkan. Renovasi tidak tuntas yang dilakukan oleh pihak ketiga PT Hutama Power Data, hanya menyisakan bangkai kolam renang yang terbengkalai tidak terawat. Kini pasca diputuskannya kerjasama dengan pihak pengembang, kondisi kolam renang semakin tidak jelas wujudnya.
Menyikapi hal itu, sejumlah anggota DPRD Kota Tegal mendesak agar Pemkot segera merealisasikan pembangunan kolam renang kembali. Pasalnya, kolam renang andalan masyarakat Kota Tegal itu, sudah menjadi icon sebagai tempat rekreasi yang sangat diidolakan masyarakat.
Para wakil rakyat itu tidak tinggal diam, masing-masing dari mereka mempunyai argumentasi dan persepsi sendiri, yang pada prinsipnya menginginkan agar Pemkot Tegal segera mewujudkan kembali renovasi kolam renang ‘Samudera’.
Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal, Sutari, SH mengatakan, saat ini kolam renang Samudera menjadi salah satu barometer keberhasilan dari manajerial pemerintahan. Oleh karena itu, keberadaan kolam renang Samudera harus segera dihidupkan lagi, dengan cara Pemkot kembali merealisasikan renovasi yang belum selesai.
“Agar tidak dikatakan mangkrak atau terbengkalai, maka renovasi kolam renang Samudera harus segera dilanjutkan,” kata Sutari, Rabu 13 Februari 2013.
Sementara itu, sesuai perjanjian awal seharusnya proyek tersebut selesai pada sekitar tahun 2010. Yakni, dengan waktu pelaksanaan perbaikan selama 240 hari atau sekitar 6 bulan. Namun, kenyataannya hingga kini aktifitas pembangunan berhenti total.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Tegal, H Edi Suripno SH mengatakan, konsesi kerjasama pembangunan kolam renang Samudera dengan pihak lain itu terjadi di hari-hari terakhir jabatan Walikota Tegal Adi Winarso. Dan yang lebih fatal adalah kerjasama pembangunan itu tidak pernah dimintakan persetujuan kepada DPRD atau dikoordinasikan dengan DPRD saat itu.
“Kini terbukti, investor pembangun kolam renang itu tidak profesional dan tidak berkwalitas. Pembangunan kolam renang standar nasional itu, dibiarkan mangkrak tanpa ada kelanjutan,” ungkap Edi.
Sementara, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tegal, HM Ir Wahyudi MM saat dikonfirmasi mengatakan, pada tahun anggaran 2013 pihaknya sudah menggandeng PT Hutama Arga Perkasa untuk melanjutkan renovasi kolam renang ‘Samudera’. Sedangkan saat ini, konsep perjanjian kerjasama sudah dibuat dan sudah dipresentasikan di depan tim pengarah.
“Renovasi Kolam Renang Samudera pasti dilanjutkan. Investornya sudah ada dan sudah dilakukan MoU, nanti tinggal dimintakan persetujuan dengan DPRD. Insya Allah jika semua piranti perjanjian kerjasama ini lancer, maka renovasi kolam renang segera bias dilanjutkan,” tegas Wahyudi.