Kapolres Tegal Kota saat menyenguk korban salah tembak di RSI Harapan Anda (Foto: Gaharu)
PanturaNews (Tegal) - Karena lari dan dikira target operasi (TO) tindak kriminal, siswa SMK Pius Kota Tegal, Jawa Tengah, kelas XII program Manajemen bisnis, Andre Tumpak Sinabara (18), ditembak betis kaki kirinya oleh anggota Polres Tegal Kota, Rabu 16 Januari 2013 sekitar pukul 23.30 WIB di seputar SPBU Tegalsari Kota Tegal.
Informasi yang berhasil dihimpun PanturaNews, menyebutkan malam itu Andre Tumpak baru saja pulang dari kegiatan sekolah, yaitu kunjungan industri ke pabrik bulu mata di Kabupaten Purbalingga. Dari sekolah Andre akan pulang ke rumahnya di Perumahan Mutiara Dika, Desa Pacul RT 1 RW 2, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal dengan membonceng teman sekelasnya, Rawing. Namun saat itu temanya mampir SPBU Tegalsari untuk isi bensin.
“Andre didatangi tiga orang berpakaian preman. Karena curiga dan takut, Andre lari dan tiba-tiba terdengar suara letusan, dan kata temanya yang sedang isi bensin, Andre dibawa dengan mobil,” ujar Kepala SMK Pius, Maria Sri Lestari Utami kepada PanturaNews, Kamis 17 Januari 2013 siang di kantornya.
Dikatakan, pihak sekolah mendengar kejadian itu dari laporan Rawing. Lalu pihak sekolah mencari tahu ke Polsek Tegal Barat dan ke Polres Tegal Kota, dan mendapatkan informasi bahwa Andre berada di Poliklinik Bayangkara Jalan KS Tubun Kota Tegal. Andre juga sms ke handphone ayahnya.
“Dari keterangan polisi yang ada di poliklinik, Andre ditembak karena saat itu dikira penjahat yang sedang dicari polisi. Katanya wajah Andre mirip dengan penjahat yang menjadi TO polisi,” tutur Maria.
Hal senada juga dikatakan guru SMK Pius Tegal yang menjadi penanggung jawab kegiatan kunjungan industri ke Purbalingga, Ratih Kus Andriyani. Menurutnya, kejadian itu sangat mengagetkan pihak sekolah, sehingga beberapa guru langsung melihat kondisi Andre. Dan pada malam itu, Andre langsung dipindahkan dari Poliklinik Bayangkara ke Rumah Sakit Islam (RSI) Harapan Anda Kota Tegal.
“Sehari-harinya Andre anaknya biasa-biasa saja, dan tidak pernah punya masalah. Begitu mendengar dia ditembak, kami semua kaget,” kata Ratih.
Sementara Andre saat ditemui di ruang Flamboyan RSI Harapan Anda mengatakan, ketika menunggu temannya isi bensin, dia didatangi oleh tiga orang. Andre curiga orang-orang itu akan berbuat jahat, maka dia pergi dan diikuti.
“Tiba-tiba saya mendengar suara tembakan, dan saya minta tolong,” ujar Andre.
Sedangkan ayah dan ibu Andre, J Sinabariba dan R Tusnip, meminta polisi bertangung jawab atas penembakan kepada anaknya. “Kami minta polisi bertanggung jawab dan menanggung biaya rumah sakit sampai anak saya sembuh,” kata Sinabariba.
Kapolresta Tegal Kota, AKBP Darmawan Sunarko, S.Ik didampingi Waka Polres, Kompol Nurul Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh kepada korban salah prosedur anggotanya yang salah menembak. Selain itu Polres juga menanggung penuh biaya rumah sakit.
“Kami bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Kepada anggota kami yang melakukan kesalahan prosedur sehingga terjadi salah tembak, sudah kami ambil tindakan sesuai aturan yang berlaku,” tandas Kapolres Tegal Kota saat menyenguk Andre, sekaligus memberikan bantuan atas nama pribadi.