Rabu, 05/12/2012, 07:31:46
Angka Kurang Gizi Kronis di Brebes Capai 47 Persen
-Laporan Takwo Heriyanto

Drs. Khaerul Abidin MM

PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Brebes, berdasarkan data yang ada menyebutkan bahwa angka Stunting, atau istilah lainnya adalah kekurangan gizi hingga tingkat kronis telah mencapai 47 persen dari jumlah anak di Kabupaten Brebes.

"Tingginya angka stunting di Kabupaten Brebes memang menjadi permasalahan sendiri terhadap tingkat pertumbuhan manusia ke depan, karena hampir separuh anak di Kabupaten Brebes mengalami stunting," ujar Kepala Bappeda Kabupaten Brebes, Ir Djoko Gunawan MT melalui Kepala Bidang Pemerintahan, Sosial dan Budaya (Pansosbud), Drs. Khaerul Abidin MM ketika dikonfirmasi di kantornya, Rabu 05 Desember 2012.

Dia mengatakan, anak atau bayi yang mengalami stunting bisa menyebabkan produktifitas otak lemah. Sehingga disaat dewasa atau 20 tahun kemudian, mereka tidak akan bisa menjadi manusia yang produktif. Sedangkan secara medis, anak dan bayi yang mengalami stunting juga berpotensi mengalami penyakit diabetes, jantung, struk dan penyakit lainnya.

Saat ini, kata Khaerul, Bappeda telah melakukan pengambilan gambar terhadap penderita stunting baik di puskesmas-puskesmas maupun di lingkungan tepat tinggalnya dan penggalian data. Hasilnya, saat ini telah disampaikan ke Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes.

"Dewan dan Unisef telah merespon positif, dan mereka siap untuk mendukung advokasi stunting," terangnya.

Melalui advokasi itu, lanjutnya, diharapkan penanganan stunting bisa dimasukan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengan (RPJM) Kabupaten Brebes. Sebagai langkah awal, pada tahun 2013 nanti akan diadakan program pemberian mikronutrion di seluruh Kabupaten Brebes bagi anak dibawah usia 2 tahun.

Aksi mengurangi tingkat stunting juga akan terus dilakukan hingga tahun 2016 bekerja sama dengan SKPD terkait serta PKH dalam menjalankan tiga strategi pokok, yaitu kordinasi, pelatihan (kapasity building) dan sosialisasi perubahan prilaku pada masyarakat. Dengan demikian diharapkan pada tahun 2014 mendatang angka stunting bisa turun 5 persen dari jumlah penderita sesuai targen per tahun.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita