Rabu, 05/12/2012, 07:14:51
Wujudkan Program, Idza Harus Bisa Seperti Jokowi
-Laporan Takwo Heriyanto

H. Faris Sulhaq, SH,SPn

PanturaNews (Brebes) - Untuk bisa konsentrasi mewujudkan program enam pilar, agar dicari terobosan terbaik dan yang tidak menyalahi aturan perundangan yang berlaku. Enam pilar yang dijanjikan Bupati Brebes yang baru, Hj. Idza Priyanti SE pada saat kampanye Pemilukada, jangan sampai ditunda-tunda karena bisa jadi bumerang.  

Demikian dikatakan mantan Wakil Bupati Brebes, Jawa Tengah, H. Faris Sulhaq, SH,SPn usai silaturahmi ke Bupati Brebes, H. Idza Priyanti, SE di ruang loby Kantor Bupati Brebes, Rabu 05 Desember 2012.

Program enam (6) pilar tersebut diantaranya, Pemberian santunan kematian bagi keluarga tidak mampu sebesar Rp1000.000. Setiap satu minggu sekali masyarakat akan diberikan Aspirasi langsung di Pendopo Kabupaten Brebes (open house). Memberikan dana operasional bagi RT dan RW. Memberikan kesejahteraan para guru ngaji, guru madrasah diniah (Madin), imam musollah dan imam masjid. Meningkatkan ekonomi rakyat. Memperbaiki sarana dan prasarana jalan.

Menurut Faris, perwujudan enam pilar itu, jangan sampai ditunda-tunda. Karena bisa jadi bumerang. Terkait keterbatasan APBD untuk mewujudkan enam pilar itu, Faris mendorong Idza agar mencari trobosan terbaik dan yang tidak menyalahi aturan perundangan yang berlaku.

“Ya..., seperti Jokowi lah, bisa berbuat nyata untuk rakyat,” kata Faris.

Terkait beredarnya isu makelar jabatan (Marjab) oleh sejumlah oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, menurut Faris, marjab hanya akan mengotori Bupati dan Wakil Bupati Brebes yang baru.

Untuk itu, Bupati jangan sampai menggubris sepak terjang para marjab mania itu.

Faris mengingatkan, kalau pemerintahan ingin bersih maka harus didahului oleh top leader-nya. Begitupun dengan lingkungan yang mengitarinya, jangan sampai mengotori dengan tindakan-tindakan yang mengatasnamakan bupati, padahal atas inisiatif sendiri dengan target hanya untuk mencari keuntungan diri sendiri.

“Jangan di gubris para marjab mania itu, karena hanya mencemari posisi Idza,” saran Faris.

Selain itu, lanjut Faris, penataan kabinet tidak berarti harus membuang para pejabat yang pilihan politiknya tidak mendukung dirinya saat pilkada yang lalu. Sebab ini sangat rawan dan tidak baik untuk langkah pembangunan Brebes. Jangan saling depak, sebab kalau kompak pasti kepenak. “Jadi jangan lagi ada kubu-kubuan,” pinta Faris.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita