Penerima bantuan bibit foto bersama Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, DR. Dewi Aryani, M.Si yang akrab disapa DeAr, menyerahkan bantuan bibit pohon penyelamatan lingkungan di Desa Randusanga Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa 04 Desember 2012.
Penyerahan bantuan bibit pohon penyelamatan lingkungan yang dikemas dalam acara Sosialisasi Pengembangan Infrastruktur Hijau pada Lokus Strategis bersama Kementerian Lingkungan Hidup RI ini, secara simbolis diserahkan oleh staf ahli Dewi Aryani, Dyah Wahyu Winarti, S.Sos kepada perwakilan beberapa warga desa di Kabupaten Brebes yang memiliki lahan kritis.
Sebelumnya DeAr mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Brebes, lahan kritis terdapat di sembilan kecamatan di Kabupaten Brebes. Di Kecamatan Bumiayu, lahan kritis mencapai 760 hektar (Ha), Kecamatan Bantarkawung 982 ha, Salem 2.230 ha, Tonjong 720 ha, Paguyangan 570 ha, Sirampog 940 ha, Banjarharjo 791 ha, Ketanggungan 1.311 ha, Larangan 832 ha, dan sisanya berada di Kecamatan Losari dan Songgom.
Adapun total bibit tanaman yang diberikan antara lain bibit mangrove sebanyak 22.550 batang, 4000 bibit pohon mangga, 3833 bibit pohon durian montong, 167 bibit pohon matoa, 7200 bibit pohon sengon, 7200 bibit pohon mahoni, 720 bibit pohon jabon.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Ir. Hermien Roosita MM ini, Dyah Wahyu Winarti mengatakan kepada masyarakat Desa Randusanga Wetan untuk bisa bersama-sama bertanggung jawab terhadap perbaikan lingkungan ekosistem.
"Mari kita bersama-sama bekerja dan bersinergi, mengingat DeAr bersama Kementrian Lingkungan Hidup akan optmial mengalokasikan anggaran-angaran yang masif dan diterima sesuai kebutuhan masyarakat maupun aparat, baik dari tingkat desa hingga kabupaten. Karena itu, mari bersama-sama bertanggung jawab terhadap perilaku dalam menjaga lingkungan, khususnya di lahan kritis," papar Dyah.
Sementara Kepala Pengembangan Infrastruktur Hijau, Barlin SH MS dalam press relisnya mengatakan, kegiatan tersebut disosialisasikan dari 01 November hingga 06 Desember 2012 mendatang kepada 120 orang. Setiap kegiatan sosialisasi di 41 kabupaten-kota, dan memberikan bimbingan teknis pada masyarakat penerima bantuan sarana dan prasarana dan bak sampah dengan 3R.
Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman antara lain terkait pentingnya fungsi tanaman dan ruang terbuka hijau, ekosistem mangrove bagi pesisir dan keberlangsungan hidup flora fauna didalamnya pengolahan sampah, pengolahan limbah menggunakan IPAL biogas dalam rangka menurunkan beban pencemaran sekaligus pemnafaatan limbahnya.
Program pengembangan infrastruktur hijau, diharapkan mampu mengurangi lahan kritis sebanyak 446 ha, menciptakan energi alternatif dari kotoran ternak sapi sebanyak 235,6 Kg elpiji (asumsi setiap biogas untuk 2 ekor sapi mempu mereduksi gas methan menjadi 1,9 Kg), serta memberikan pemahaman lingkungan hidup dan perubahan perilaku kepada 4.920 orang.