Kapolres Tegal Kota, AKBP Haryadi Mukhtas memberi pembinaan kepada pelajar yang tawuran (Foto: Riyanto Jayeng)
PanturaNews (Tegal) - Satu siswa korban tawuran antar pelajar SMK DWP dan SMK Dinamika, Kota Tegal, Jawa Tengah, yang terjadi pada Sabtu lalu, kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit. Sementara Polres Tegal Kota menahan 6 pelajar SMK Dinamika yang diduga ikut terlibat dalam aksi tawuran.
Korban luka bernama Arif Pambudi (17) merupakan siswa SMK DWP kelas XII Jurusan Tekhnik Kendaraan Ringan. Arif mengalami luka parah di bagian kepala, lengan kanan dan luka sobek di telapak tangan. Demikian disampaikan Kepala Sekolah SMK DWP Kota Tegal, Mohamad Arifin, S.Pd, Senin 22 Oktober 2012.
Arifin mengatakan tawuran antar pelajar itu dipicu oleh coretan bertuliskan DMC 68 di pintu pagar SMK DWP pada Rabu 17 Oktober 2012. Hal itu diketahui sejumlah siswa SMK DWP sebelum tulisan itu dihapus oleh pihak sekolah. Akibatnya, pada Jumat 19 Oktober, sejumlah siswa SMK DWP mendatangi SMK Dinamika guna melakukan coretan yang sama di tembok SMK Dinamika.
“Lalu pada hari Sabtu nya, mereka para pelajar SMK Dinamika mendatangi SMK DWP. Dan sial bagi arif yang saat itu berada di depan sekolahan, dia menjadi sasaran puluhan siswa SMK Dinamika yang sudah marah,” kata Arifin.
Sementara itu, untuk mencegah tawuran balasan Kepolisian Resot Tegal Kota, pada Senin 22 Oktober, berkunjung ke dua sekolah yang berseteru itu. Menurut Kapolres Tegal Kota, AKBP Haryadi Mukhtas, SIK, kedatangan aparat polisi untuk melakukan pembinaan kepada pelajar agar tawuran tidak terulang lagi. Heryadi juga menegaskan pihaknya sudah menahan 6 orang pelajar SMK Dinamika yang diduga ikut terlibat dalam aksi tawuran tersebut.