Guru SD Kejambon 1 Kota Tegal menunjukan gambar tidak pantas di dalam kamus bahasa Inggris (Foto: Riyanto Jayeng)
PanturaNews (Tegal) - Beredar Kamus Bahasa Inggris Sekolah Dasar (SD) bermuatan pornografi. Kalangan guru di SD Negeri Kejambon I, Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, terhenyak kaget ketika diketahui ada muatan berbau pornografi dalam buku ajar kamus bahasa Inggris yang diterapkan kepada siswa didiknya. Spontan buku kamus bahasa Inggris terbitan PT Putra Jaya, Surabaya, itu ditarik dari tangan siswa dan diamankan oleh pihak sekolah.
Guru Bahasa Inggris SD Negeri Kejambon I, Nuri Isnaeni, Kamis 18 Oktober 2012 mengatakan, dalam kamus Ideal Gramar And Conversation atau Kamus bahasa inggris untuk pemula itu terdapat gambar tak pantas dan terindikasi porno.
“Kami baru menemukannya Rabu kemarin, saat akan memulai pelajaran bahasa Inggris di kelas 4. Kami mulai curiga ketika sejumlah siswa mulai ketawa dan tersenyum-senyum saat melihat gambar-gambar di dalam buku kamus itu. Setelah kami cek, ternyata ada beberapa gambar yang menurut kami sangat tidak pantas dilihat oleh siswa,” kata Nuri.
Lebih jauh Nuri menjelaskan, pada halaman 19 tertulis bagian Family atau keluarga terdapat gambar wanita berpakaian baju renang dengan tertulis Grand Daughter atau cucu perempuan. Kemudian di halaman 96 pada bagian Activity atau kegiatan sehari-hari terdapat gambar wanita berpakain tidak senonoh sedang beristirahat atau rest. Bahkan di halaman yang sama juga terdapat gambar berciuman atau kiss.
”Kami segera menarik buku kamus itu dari tangan siswa, namun kami hanya bisa menarik 11 buku. Padahal siswa yang membeli buku kamus itu saat gelar bazaar buku rutin tahunan di SD Negeri Kejambon 8 beberapa waktu lalu cukup banyak,” ujarnya.
Sementara Kepala Sekolah SD Negeri Kejambon 1 Kota Tegal, Rokhmat Mulyani S.Pd, mengatakan, akan melaporkan temuan kamus bergambar tak pantas ini kepada Dewan Pendidikan dan Dinas Pendidikan. Walaupun kamus yang berisi gambar-gambar tak pantas ini, bukan dari bantuan pemerintah tetapi membeli di luar sekolah.
“Kami menghimbau hendaknya sekolah lebih selektif dalam memilih buku-buku yang dijual saat bazar rutin tahunan, termasuk juga selektif dalam memilih agen penjualan buku,” tegasnya.