Pimpinan PDAM Unit IKK Bumiayu, Muflihin SE
PanturaNews (Brebes) - PDAM Unit Ibu Kota Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, merasa tidak ada masalah dengan petani Dukuh Sidamukti, Desa Adisana, terkait dengan mengambilan air bersih dari sumber mata air Tuk Podol yang ada di dukuh tersebut. Hal itu dungkapkan oleh Pimpinan PDAM Unit IKK Bumiayu, Muflihin SE kepada PanturaNews.Com.
"PDAM tidak maslah dengan petani, karena kami tidak melakukan penambahan pipa jaringan," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 04 Oktober 2012.
Menurutnya, pihaknya juga sangat memahami kemarahan petani akibat kesulitan air sehingga melakukan pengrusakan pipa tambahan dari salah satu pengguna sumber. Petani melakukan itu karena saat kemarau ini petani mengalami kesulitan air untuk irigasi lahan pertaniannya. "Kami bisa memaklumi protes dari petani itu akibat kesulitan air," kata Muflihin.
Dikatakan, PDAM memanfaatkan sumber air Tuk Podol sejak tahun 2000 dan mendapat ijin dari pemilik sumber. Dari sumber mata air itu PDAM memasok kebutuhan air bersih untuk ratusan pelanggannya yang ada Desa Dukuhturi dan Bumiayu. "Tuk Podol kami manfaatkan untuk memasok kebutuhan air bersih pelanggan di Dukuhturi dan Bumiayu," ucap Muflihin,
Selain dari sumber Tuk Podol, PDAM IKK Bumiayu juga memanfaatkan sumber air dari Tuk Bulakan, yang dimanfaatkan untuk memasok pelanggan yang ada di Desa Kalierang.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga petani Dukuh Sidamukti, Desa Adisana, unjuk rasa memprotes penambahan pipa pemanfaatan sumber mata air 'Tuk Podol' yang selama ini menjadi sumber air irigasi. Warga berunjuk rasa dengan mendatangi kantor Polsek Bumiayu, tempat dilakukannya negosiasi masalah tersebut.