Senin, 08/02/2010, 17:43:00
Dirjen Depag Setujui Pembangunan MBI di Kedungwuni
AZ-Agus Zahid

Sekretaris Umum Depag Kab Pekalongan Intan menujukkan surat keputusan Dirjen tentang persetujuan pembangunan MBI di Kedungwuni Senin. (FT Agus Zahid)

PanturaNews (Kajen) - Harapan warga Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah agar pembangunan Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) ditetapkan kembali di Dukuh Bantul Kesesi pupus sudah. Pasalnya, Direktorat Jenderal (Dirjen) Departemen Agama (Depag) RI telah mengirim surat ke Depag Kabupaten Pekalongan yang intinya menyetujui relokasi pembangunan MBI di Wilayah Kajen, Kabupaten Pekalongan. "Kita sudah mendapatkan surat dari Dirjen No D .1/PP.00/212/2010 tertanggal 02 Pebruari lalu tentang persetujuan pembangunan MBI di Kedungwuni," terang Kakandepag Kabupaten Pekalongan, Dr A Umar di dampingi Sekretaris Umum Intan Senin 8 Februari siang.

Ditegaskan, dengan diterbitkanya surat tersebut diharapkan konflik masalah relokasi pembangunan MBI selesai. Sehingga pembangunan MBI di Kabupaten Pekalongan dapat berjalan lancar. Proyek tersebut telah lama direncanakan namun hingga kini baru akan direalisasikan. "Masalah MBI, terutama lahannya sudah beres, soal kapan pembangunan akan dimulai itu urusan pusat, karena pelaksananya dari sana semua," katanya.

Sementara Anggota DPRD Kab Pekalongan K Muhtarom mengatakan, sebagai warga Kedungwuni dirinya akan memperjuangkan dan mensukseskan pembangunan MBI di Kedungwuni. Apalagi, jika persoalan MBI ini terus bergulir, proyek bernilai 60 miliar itu terancam lepas, bahkan bisa saja di pindah ke daerah lain. "Kalau saya yang penting, proyek MBI ini jangan sampai pindah ke daerah lain," ucap Anggota Dewan dari FPPP ini.

Rencananya peletakan batu pertama oleh Menteri Agama, Surya Darma Ali, bersamaan dengan Halaqoh PPP di Ponpes Al Falah Kedungwuni. Selain itu menteri rencananya akan hadir untuk membuka Konfercab PPP Kabupaten Pekalongan di pondok tersebut. "Ini baru sebatas usulan, tapi kalau disetujui, saya siap menyediakan tempat dan akomodasinya," tambah Muhtarom.

 


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita