Para tukang becak dalam dialog tentang pengamalan Pancasila (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Karena prihatin Pancasila sebagai dasar negara masih terkesan elitis dan tertutup bagi kalangan bawah, Majelis Pengurus Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengajari para tukang becak tentang pengamalan dan makna yang terkandung dalam Pancasila.
Itu terlihat saat organisasi kepemudaan tersebut mengadakan dialog seputar Pancasila dengan ratusan tukang becak dengan tema "Pancasila, Jare Tukang Becak" di Alun-alun Brebes, Minggu 08 Juli 2012.
"Saya menilai kalau Pancasila saat ini elitis. Sebab yang tahu DPR, pegawai, kalangan atas hingga pada peringatan seremonial. Padahal, sebagai dasar negara kalangan bawah pun seharusnya dilibatkan untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila," ujar Ketua MPC PP Kabupaten Brebes, Wahyudin Noor Aly, disela-sela dialognya dengan para tukang becak yang juga dihadiri MPO MPC PP Brebes, H. Agung Widyantoro SH MSi.
Menurutnya, sila-sila yang ada di dalam isi Pancasila, sebetulnya telah diamalkan oleh masyarakat bawah. Misalnya sila ke-4 maknanya tahu dan sudah biasa dilakukan, begitu juga sila yang lainnya.
"Tapi selama ini, kita terjebak kalau tidak hafal Pancasila berarti tidak Pancasilais," katanya.
Meskipun dianggap marginal, namun pihaknya mengapresiasi pengamalan Pancasila para tukang becak. "Sebab, bisa jadi tukang becak ini tidak hafal karena tidak pernah diikutkan upacara atau kegiatan seremonial lainnya, namun mereka esensinya telah mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila," terangnya.