Sabtu, 12/05/2012, 08:40:30
Soal Penyertaan Modal ke BPD Belum Transparan
JAY-Riyanto Jayeng

Anggota fraksi PKS DPRD Kota Tegal, Rofii Ali

PanturaNews (Tegal) - Anggota fraksi PKS DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, Rofii Ali, S.Si, Sabtu 14 Mei 2012 menegaskan, Pemkot Tegal dinilai belum transparan mengenai besaran nilai anggaran penyertaan modal ke PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah, sebab yang terekspos hanya angka penyertaan modal secara global sampai tahun 2016 yaitu Rp 16,6 milyar.

Menurut Rofii, dalam jawaban Walikota atas pemandangan umum fraksi-fraksi yang disampaikan saat sidang paripurna belum lama ini, hanya disampaikan jumlah akumulasi penyertaan modal sejak tahun 2013 hingga tahun 2016 sebesar Rp 16,655 milyar atau 0,74 persen dari total modal setor BPD Jateng sebesar Rp 2,25 triliun.

Lebih jauh dikatakan, dari presentase akumulasi modal Pemkot Tegal ke BPD Jateng nampak jelas pemkot tidak memiliki keleluasaan pengaruh terhadap arah kebijakan BPD Jateng, dikarenakan kecilnya akumulasi penyertaan modal.

“Pemkot Tegal seharusnya bisa berlaku transparan dengan menyebutkan nominal nilai penyertaan modal kepada BPD Jatenng pada tahun 2013,” kata Rofii.

Mengutip jawaban Walikota Tegal, H Ikmal Jaya SE Ak atas pemandangan umum fraksi-fraksi beberapa waktu lalu, bahwa penyertaan modal ke BPD Jateng merupakan bentuk kewajiban pemerintah kota atau kabupaten sesuai Perda Provinsi Jateng Nomor 6 Tahun 1999, tentang perubahan bentuk badan hukum BPD Jateng dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Terbatas. Selain itu, penyertaan modal atau investasi pemerintah daerah juga berpedoman pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah.

Sedangkan terkait besaran kebutuhan penyertaan modal berdasarkan surat PT. BPD Jateng Nomor 0252/DK.03.02/2012 tanggal 5 Maret 2012 tentang roadmap modal tahun 2013 sampai 2016 dengan merujuk surat divisi perencanaan Bank Jateng Nomor 1594/ PERCA.03.01/2012 tanggal 27 Pebruari 2012. Untuk share kepemilikan Pemkot Tegal sampai dengan tahun 2016 mencapai Rp 16,665 milyar atau 0,74 persen dari total modal setor bank Jateng sebesar Rp 2,25 triliun.

“Penambahan penyertaan modal pada PT. BPD Jateng akan berpengaruh pada bagian laba yang akan diterima pemerintah Kota Tegal. Hal ini tentunya akan menambah pendapatan asli daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegas Ikmal.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita