Putri Agis Lestari yang menderita tumor ganas di kepala dirawat di RSUD Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Putri Agis Lestari (2 tahun 8 bulan), anak kedua pasangan Artha (45) dan May (25), warga Desa Cibendung, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sejak lahir menderita tumor ganas di kepala dan Hidrocipalus.
Kini, balita bernasib malang itu hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur akibat penyakit yang dideritanya. Orang tuanya yang berasal dari keluarga tidak mampu, tak bisa berbuat banyak untuk pengobatan buah hatinya tersebut.
"Kami terus terang saat ini hanya bisa pasrah dan berdoa. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi apa daya kami orang tidak mampu. Untuk makan, kami juga pas-pasan," ujar Artha saat dikonfirmasi, Kamis 10 Mei 2012, yang tengah mendampingi anaknya itu di Bangsal Anak RSUD Brebes.
Menurutnya, meski anaknya dirawat di rumah sakit milik Pemkab Brebes itu atas bantuan Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kabupaten Brebes. Namun orang tua pasien kebingungan, mengingat untuk menyembuhkan penyakit yang diderita anaknya itu jalan satu-satunya harus dioperasi.
Sementara, untuk operasi membutuhkan biaya besar dan RSUD Brebes tidak bisa menangani karena keterbatasan peralatan medis. Sehingga, anaknya itu harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar.
Jalan satu-satunya untuk disembuhkan adalah, kata Artha, dioperasi. Tetapi butuh biaya besar, sementara pasien menggunakan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Padahal, sebelumnya anaknya normal seperti bayi lainnya.
"Saat itu anak saya jatuh, dan tiba-tiba tidak bisa duduk dan jalan. Kami tahunya penyakit ringan, tapi setelah diperiksa ke dokter ternyata terkena tumor di kepala. Kami sekarang hanya bisa pasrah. Kami berharap ada pihak yang mau membantu untuk kesembuhan anak kami ini," harapnya.
Sementara itu, Ketua DKR Brebes, Saiful Fajar mengatakan, lembaganya berinisiatif membawa pasien ke RSUD Brebes, setelah mendapat laporan dari keluarga pasien dan berkoordinasi dengan Direktur RSUD Brebes.
Upaya itu dilakukan agar pasien mendapat perawatan yang layak, daripada hanya dibiarkan di rumah. Sekaligus sembari mencari solusi agar pasien bisa diobati. Nantinya pasien akan dicek kembali oleh dokter RSUD Brebes.
"Setelah diketahui kondisinya, DKR Brebes akan berkoordinasi dengan DKR Provinsi Jateng dan DKR Pusat di Jakarta, untuk penanganan pasien ini," tandasnya.