Muhammad Abbas Fuad Hasyim saat menyampaikan mauidlotul khasanah pada peringatan Isra Miraj (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Agama Islam berkembang ke seantero negeri karena mampu mengakomodir budaya setempat. Tidak sedikitpun mengusik tradisi yang menjadi kebiasaan sehari-hari, apalagi memaki-maki.
Anehnya, saat ini ada sekelompok orang yang berdakwah dengan menebarkan kebencian dan mengungkit tradisi. Cara-cara berdakwah seperti itu, justru tidak akan pernah berhasil.
Demikian dikatakan pengasuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon, Prof DR KH Muhammad Abbas Fuad Hasyim saat menyampaikan mauidlotul khasanah pada tabligh akbar peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Brebes di Alun-alun Brebes, Kamis 26 April 2012 malam.
Menurutnya, peristiwa Isra Miraj telah membukakan mata dan telinga kita, kalau Islam tidak picik dan sangat modern. Ketika memadukan kebaikan yang satu dengan kebaikan yang lain, akan tercipta budaya yang indah, cantik, dan menggemparkan. Janganlah kita terkungkung dengan nostalgia sejarah, sebagai acuan beribadah.
Nabi pada Zamannya memakai Jubah, tapi tidak harus kita sholat dengan jubah. Karena yang diutamakan dalam sholat adalah menutup aurat. Islam diterima di Indonesia, karena menghargai tradisi umat Hindu yang terlebih dahulu hidup di Indonesia. Penghargaanya kepada umat Hindu, kita memakai sarung.
“Sarung kotak-kotak dan peci hitam adalah pakaian umat Hindu,” kata Babas yang menempa Ilmu hingga mencapai gelar doktornya di India selama 6 tahun.
Ketua PC IPNU Brebes, Husni Mubarak al Hafidz menjelaskan, peringatan Isra Miraj digelar sebagai upaya membangkitkan pelajar untuk berfikir kritis dan menatap masa depan dengan optimis. Perubahan zaman harus disikapi dengan semangat beribadah dan mengabdi kepada Allah SWT. Sehingga bisa bermanfaat bagi dirinya, keluarga, orang lain, bangsa dan Negara.
Bupati Brebes dalam sambutannya yang disampaikan Kabag Kesra Setda Brebes H Mabruri SH mengingatkan kepada umat Islam untuk selalu menjaga kondusifitas. Apalagi menjelang Pemilukada, ada berbagai gesekan yang muncul sehingga memicu ketidakharmonisan. Landasan agama, akan mengeliminir terjadinya suasana panas menjadi damai, dan tetap kondusif dalam bingkai NKRI.